Kenalkan Potensi Kerajinan Lokal

Kenalkan Potensi Kerajinan Lokal

  Jumat, 26 April 2019 10:37
TINJAU STANT: Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo meninjau stan pameran Kubu Raya Ada foto Humas Pemkab Kubu Raya

Berita Terkait

SUNGAI RAYA –  Kabupaten Kubu Raya kembali mengikuti pameran dagang kerajinan internasional Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta Convention Center (JCC), 24-28 April 2019. Dalam pameran ini stant Kubu Raya menjadi salah satu dari 1.700 peserta yang terdiri dari dinas-dinas daerah, Kementerian/BUMN dan peserta individu.  Inacraft 2019 yang dihadiri 1.000 pembeli potensial dari 60 negara juga menghadirkan paviliun luar negeri yaitu dari Maroko. 

“Ini momentum untuk kita mempromosikan hasil-hasil kerajinan lokal kita di tingkat nasional.  Kita berharap dengan ajang pameran Inacraft yang berkelas internasional ini, paling tidak masyarakat luas bisa mengenal produk kita dan kemudian kita mendapatkan pasar,” kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo usai menghadiri pembukaan Inacraft.

Sujiwo menyatakan dirinya bersama Bupati Muda Mahendrawan akan memberikan atensi penuh terhadap Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kubu Raya dan para pengrajin serta pelaku usaha mikro kecil menengah. Dirinya menyebut upaya pengembangan akan dilakukan mulai dari penganggaran untuk sektor terkait. Selain itu pemerintah daerah juga akan mencarikan pasar bagi hasil-hasil kerajinan lokal. 

“Kami membantu  mencarikan market dan kemudian memberikan bantuan-bantuan anggaran kepada para pengrajin yang betul-betul mempunyai kualitas dan layak untuk dipromosikan di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan mengaku bangga dengan keikutsertaan Kubu Raya di ajang Inacraft. Menurutnya, Inacraft dapat menjadi forum untuk saling belajar khususnya terkait kegiatan pameran dagang kerajinan daerah. 

“Ajang ini sangat tepat untuk bisa saling belajar. Pameran ini sudah 21 kali diadakan sehingga kita bisa belajar banyak dari daerah-daerah lain yang lebih dulu ikut. Bagaimana mereka bisa mengembangkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing,” ujar Rosalina.

Rosalina berharap hasil-hasil kerajinan lokal Kubu Raya tidak saja digunakan masyarakat Kubu Raya, tapi juga dikenal dan digunakan masyarakat di daerah bahkan negara lain. 

“Seperti ada provinsi yang sudah mengekspor barangnya keluar negeri. Nah, menuju ke arah situ memang perlu banyak perbaikan dan belajar,” ucapnya. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Nora Sari Arani mengatakan Stan Kabupaten Kubu Raya menampilkan sejumlah produk kreatif seperti kerajinan kayu, anyaman akar keladi air, aneka motif khas, dan sebagainya. Nora mengatakan Kubu Raya memiliki cukup banyak produk kerajinan yang belum terpromosikan secara optimal. 

“Nah, karena Inacraft ini juga pameran tingkat internasional yang melibatkan ribuan stan, kita berharap paling tidak ada investor yang melirik untuk pemasaran  kerajinan kita,” ujarnya. 

Dalam Inacraft, Nora menyebut pihaknya hanya melibatkan pengrajin yang selama ini kontinyu menampilkan produknya. Menurut dia, tidak sulit menggandeng UMKM kerajinan untuk mengikuti pameran. Hanya saja tidak semua pengrajin punya stok yang cukup. “Sehingga kita melakukan pemilihan produk yang potensial. Nah, itu yang kita ikut sertakan. Banyak sih yang membuat kerajinan, tapi tidak semuanya kontinyu,” terangnya. 

Ke depan Nora berharap kualitas produk kerajinan lokal Kubu Raya dapat ditingkatkan terutama dalam hal sentuhan akhir. Selain itu ia menilai perlunya inovasi dalam hal model, pewarnaan, dan harga.  “Mudah-mudahan hal seperti ini bisa diperbaiki dan pemerintah daerah bisa memberikan subsidi untuk pengembangan lebih lanjut,” harapnya. (ash)

Berita Terkait