Kemeriahan Festival Meriam Karbit, Bunyinya Benar-benar Bikin Kaget

Kemeriahan Festival Meriam Karbit, Bunyinya Benar-benar Bikin Kaget

  Jumat, 15 June 2018 13:06

Berita Terkait

PONTIANAK-Dentuman meriam saling bersahutan menyambut Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah, Kamis (14/6) malam. Sebanyak 295 meriam karbit saling berlaga dalam Festival Meriam Karbit 2018 yang rutin digelar setiap tahunnya pada malam lebaran di Kota Pontianak. 

Festival ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat maupun wisatawan yang penasaran dengan permainan tradisional khas Kota Pontianak. Satu diantaranya, Hendra (32), warga Jakarta ini sengaja datang ke Pontianak untuk menyaksikan langsung permainan meriam yang sudah cukup dikenal orang luar Pontianak, hingga turis mancanegara. Kedatangan pria yang bekerja di salah satu BUMN ini untuk memenuhi rasa penasarannya dengan bunyi yang dihasilkan dari meriam berbahan dasar kayu balok. 

"Buset, bunyinya membuat dada berdegup kencang ketika meriam disulut. Seru banget,” ujarnya usai menyulut salah satu meriam karbit.

Pembukaan secara resmi menandai dimulainya Festival Meriam Karbit ini dipusatkan di tepian Sungai Kapuas, Jalan Yusuf Karim,Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur. 

Acara dihadiri Pj Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pjs Wali Kota Pontianak Mahmudah, Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie serta tamu undangan lainnya dan masyarakat. Secara simbolis, para pejabat melakukan penyulutan meriam karbit secara bersamaan.

Pjs Wali Kota Pontianak Mahmudah mengapresiasi digelarnya even tahunan ini. Ia berharap Festival Meriam Karbit ini dikemas lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Festival ini merupakan wadah dalam upaya menggali nilai-nilai budaya lokal. “Selain itu, even ini juga dapat menjadi daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak sehingga menghasilkan multiplier effect yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Mahmudah, permainan meriam karbit asli Kota Pontianak ini pada tahun 2016 lalu telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda di tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Oleh sebab itu sudah sepantasnyalah kita sebagai masyarakat Pontianak merasa bangga mengekspresikan kecintaan terhadap kekayaan budaya kita dengan cara tetap menjaga kelestarian tradisi meriam karbit ini,” katanya.(bar)

Berita Terkait