Kementan Ekspor CPO 1.417 Ton

Kementan Ekspor CPO 1.417 Ton

  Jumat, 22 March 2019 09:35
EKSPOR: Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir bersama Kementerian Pertanian Badan Karantina Pertanian melakukan pelepasan ekspor CPO sebanyak 1.417 ton atau senilai Rp9,49 miliar melalui PLBN Badau. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Berita Terkait

Bupati Berharap Ada Ekspor Tengkawang dan Karet

PUTUSSIBAU- Melalui Program AGRO Gemilang, Kementerian Pertanian lewat Badan Karantina Pertanian (Barantan) bersama pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melepas ekspor CPO sebanyak 1.417 ton atau senilai Rp. 9,49 M tujuan Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara Nanga Badau, Kamis (21/3).

Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Sriyanto mengatakan, ekspor melalui PLBN kini makin mudah dan sangat potensial, karena bisa langsung ditempuh lewat jalur darat.  

Kementan sendiri melakukan sertifikasi karantina tiga PLBN yang ada di wilayah Karantina Entikong, meliputi PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu dan PLBN Entikong. 

Ia menyebutkan pada 2018, ada lima komoditi pertanian unggulan selain CPO yang telah diekspor ke Malaysia dari 2016 hingga Februari 2019 yaitu Arang Kayu, Lada Biji, Bungkil Kelapa, dan Langsat dengan nilai total Rp. 943,98 M. 

Nilai ekspor tersebut terus naik dari tiga tahun sebelumnya, pada 2016 nilai ekspor komoditas pertanian yang dikirim lewat tiga PLBN di senilai Rp. 436,5 M, sedang pada 2017 meningkat sebanyak Rp. 479,24 M dan pada tahun 2018 meningkat nilainya hampir 200%. 

Sriyanto berharap, trend ini dapat terus bertumbuh. Agar dapat menjadi nilai tambah bagi petani dan eksportir.

“Pada hari ini, Di PLBN Nanga Badau akan dilepas yaitu Ekspor CPO sebanyak 1.417 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp9,491 m (ekspor dua hari terakhir/20-21 maret 2019), Asam Keranji sebanyak 1,6 ton dengan nilai jual mencapai Rp 22.249.516,” katanya.

Sedangkan di PLBN Entikong terdapat lalulintas ekspor komoditi pertanian sebanyak 21 jenis komoditi dengan total jumlah 3,86 ton dan nilai jual Rp28,75 juta. Sementara di PLBN Aruk sebanyak 4 jenis komoditi pertanian dengan total jumlah 415 kg dan nilai jual Rp42,7 juta.

“Pada trismester 2019 sudah ada kurang lebih 54 komoditas pertanian yang di ekspor dari Kalbar menuju negri jiran,” katanya.

Hal tersebut meningkat jauh dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya 8 komoditas, pada periode yang sama.  

Oleh karenanya, Sriyanto menegaskan agar Program Agro Gemilang yang dilakukan Kementan lewat Barantan dapat dimanfaatkan secara penuh oleh para calon eksportir, agar komoditasnya sesuai dan tidak ditolak saat tiba di negara tujuan.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong Yongki Wahyu Setiawan mengatakan, sejak awal tahun 2019 hingga minggu kedua bulan Maret tercatat ada 10 komoditas pertanian yang diekspor ke Malaysia dengan volume dan frekuensi ekspor tertinggi yaitu berturut-turut, diantaranya, buah langsat sebanyak 189.09 ton, arang kayu sejumlah 31,36 ton, asam keranji berjumlah 21,94 ton, lada biji dengan total 20,09 ton, buah pisang sebesar 17,67 ton, jeruk limau sebesar 11,29 ton, kelapa bulat total 10,25 ton, petai sebanyak 4,07 ton, jagung manis ada 2,79 ton dan buah naga sejumlah 2,17 ton. 

Senada dengan Sriyanto, ia juga mendorong agar para eksportir mau menggarap pasar ekspor di Entikong. “Semoga, lewat Agro Gemilang nanti tumbuh eksportir-eksportir baru,” kata Yongki. 

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menyambut baik upaya Kementan lewat Barantan dengan programnya Agro Gemilang. 

Ia berjanji bahwa fasilitas yang sudah diperbaiki harus memberi manfaat seoptimal mungkin terutama bagi para petani dan eksportir. 

Oleh karenanya ia menginstruksikan agar SKPD bisa bekerjasama dengan karantina dan instansi lain agar ekspor yang ada bisa bertambah volumenya maupun tujuan ekspornya. “Ini kerja kita bersama, kita saling mendukung, semoga memberi manfaat buat kita semua,” katanya.

Dikatakan Nasir, pihaknya juga berharap, tidak hanya komoditi CPO yang bisa diekspor, tetapi ada komoditi lain, seperti tengkawang dan karet.

“Saya harapkan tidak hanya CPO, tetapi juga komoditi lain seperti Tengkawang dan karet,” katanya.

Selain Bupati Kapuas Hulu, hadir pula Konsul Jendral RI Kucing Sarawak Malaysia, Yoni Tri Prayitno, Waka Polres Kapuas Hulu Kompol Alber Manurung, Dandim 1206/Putussibau Letkol Inf Basyaruddin dan sejumlah tamu undangan lainnya. (arf)

Berita Terkait