Kemenhub Galakkan Kampanye Keselamatan

Kemenhub Galakkan Kampanye Keselamatan

  Senin, 11 February 2019 10:59
SELAMAT TERBANG: Petugas gabungan, kemarin menyerukan keselamatan penerbangan pada calon penumpang dan pihak terkait, seperti kru pesawat, baik di darat maupun di udara. BAIM/JAWAPOSGROUP

Berita Terkait

Inspeksi Serentak di 10 Otoritas Bandara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengintruksikan  kepada sepuluh otoritas bandar udara (OBU) untuk kampanye keselamatan penerbangan kemarin (10/2). Ada dua tahapan dalam kampanye tersebut, sosialisasi dan ramp check. Tujuannya agar tidak terjadi kelalaian yang menyebabkan kecelakaan. 

”Keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan di sektor penerbangan, baik regulator, operator, maupun masyarakat, bahkan manufaktur pesawat terbang," kata Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti kemarin di Bandara Soekarno Hatta. Polana mengatakan, seluruh Kepala OBU beserta jajarannya harus proaktif dan terus menerus melakukan pengawasan kepatuhan pada regulasi dan prosedur standar operasi (SOP).

Pada akhir tahun 2018, kata Polana, antara regulator dan operator penerbangan sudah menandatangani safety commitment untuk mengingatkan kembali komitmen terhadap terciptanya keselamatan penerbangan. "Sebagaimana termaktub dalam Safety Management System (SMS), salah satu pilarnya adalah Safety Promotion, yaitu stakeholders diminta juga untuk melakukan kampanye keselamatan di wilayah kerja masing-masing," ucapnya.

Di samping melakukan pengawasan, ke-10 OBU juga diminta untuk melakukan sosialisasi di lingkungan bandara-bandara yang dilingkupinya, termasuk masyarakat sekitarnya. Sosialisasi dilakukan melalui pemberian pemahaman tentang pentingnya keselamatan dan dalam berbagai bentuk kampanye yang efektif.

Kegiatan lainnya adalah melakukan ramp inspection atau rampcheck yang dilakukan rutin. Namun  menjelang  peak season, kegiatannya diperbanyak dan diperketat karena jumlah penerbangannya juga makin banyak. Polana menjelaskan rampcheck dilakukan sebagai pemenuhan terhadap standar keselamatan penerbangan. “Untuk keselamatan, tidak ada toleransi. Ini no go item yang harus dipenuhi bila ingin terbang," tuturnya.

Aksi kampanye itu juga mendapat dukungan PT Angkasa Pura 1. Ada lima bandara besar dibawah naungan AP 1 yang dilakukan inspeksi. Bandara tersebut antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Sidoarjo, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Sam Ratulangi Manado. Kegiatan kampanye di lima bandara Angkasa Pura I ini dipimpin oleh General Manager masing-masing bandara.

”Kami sangat memegang teguh prinsip safety, security, service, and compliance atau biasa dikenal sebagai 3S1C pada setiap kegiatan operasional kami di bandara," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi. Dia mencontohkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kampanye dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya keamanan dan keselamatan penerbangan. Informasi yang diberikan seputar penggunaan telefon seluler dan power bank di dalam pesawat, jenis barang berbahaya, dan informasi mengenai tata cara dalam melakukan penerbangan..

Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga melakukan  ramp check terhadap tiga pesawat udara dan 16 awak kabin pesawat. Dalam inspeksi ini, kondisi dari pesawat dan awak kabin  dinyatakan laik operasi.

Menara ATC pun juga mendapatkan inspeksi. Tim gabungan menyatakan pelayanan lalu lintas udara yang dilakukan oleh Perum LPPNPI (Airnav, Red) Cabang Denpasar dalam kondisi optimal. “Telah sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” bebernya. (lyn)

Berita Terkait