Kembangkan Usaha Tanaman Hias Air untuk Ekspor

Kembangkan Usaha Tanaman Hias Air untuk Ekspor

  Senin, 10 June 2019 10:14
EKSPOR : Alamsyah, eksportir asal Pontianak, menunjukkan jenis tanaman hias air yang ia ekspor ke berbagai negara. SITI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Tanaman hias air, kerap disebut pula sebagai aquatic plant atau flora aquatic, menjadi salah satu komoditas yang dicari oleh para pehobi, baik dari dalam maupun luar negeri. Komoditas ini dinilai sebagai bisnis yang menjanjikan. 

Menyadari potensi tersebut, Syahril, warga Pontianak mencoba peruntungan di bisnis ini. “Sudah sekitar enam tahun usaha aquatic plant ini saya geluti,” ungkap Syahril.

Meski masih berstatus usaha rumahan, namun kebanyakan, tanaman hias air yang ia jual, diekspor ke luar negeri. Dia menyebut, setidaknya ada 30 negara yang dapat menerima tanaman hias air tersebut dari Indonesia. Ia sendiri, juga telah mengekspor ke berbagai Negara, sebut saja, Hongkong, Malaysia, Singapore, dan Negara Asia lainnya. 

Selain itu, Negara-negara di benua Eropa dan Amerika juga tak luput dari target. “Kita juga pernah ekspor ke Rusia, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat,” sebut dia.

Usaha yang dibangunnnya itu, tersebar di beberapa daerah di Kalbar, seperti di Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sekadau. Di daerah-daerah itulah, ia dan teman-temannya memperoleh tanaman hias tersebut, untuk kemudian dipaketkan dan diekspor ke sejumlah Negara. Harga di pasar luar negeri, menurutnya juga cukup menarik.

“Untuk satu picis saja, harganya sekitar tujuh dolar, dan harga tersebut untuk tanaman jenis biasa. Kalau untuk tanaman yang langka, lebih mahal lagi. Kami biasanya jual per kilo atau per paket,” sebut dia.

Apabila dirupiahkan, lanjut dia, satu kilogram untuk satu jenis tanaman hias air, harganya sekitar USD120, untuk kualitas yang paling rendah. Namun kebanyakan, ia menjual dalam sepaket tanaman hias air, dengan harga direntang USD300-500. “Lebih untung jual per paket,” kata dia.

Syahril mengatakan, permintaan dari berbagai negara akan meningkat jelang hari-hari besar, seperti Tahun Baru, Natal, dan Imlek. Pemasarannya, kata dia, kebanyakan menggunakan media sosial. Sementara untuk pengirimannya, pihaknya harus mengurusnya terlebih dahulu melalui Balai Karantina Pertanian. (sti)

Berita Terkait