Kembangkan Aplikasi Games Edukatif, Belinda Raih Penghargaan Kemenhub

Kembangkan Aplikasi Games Edukatif, Belinda Raih Penghargaan Kemenhub

  Senin, 9 April 2018 11:00
GAMES EDUKATIF: Belinda Phelia menunjukan aplikasi games Sanyaki. Pada Sabtu (7/4) dia meluncurkan games ini di SD Karya Yosef Pontianak yang dihadiri pejabat Kemenhub dan pihak kepolisian. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Siswi asal SMA Santu Petrus Pontianak, Belinda Phelia (16) berhasil memenangkan Juara III dalam ajang Pelajar Pelopor Keselamatab Berlalu lintas di Bogor, Februari lalu. Dalam ajang yang digelar Kementerian Perhubungan dan diikuti 99 utusan dari 34 provinsi se-Indonesia ini. Di babak final, siswi yang kerap meraih prestasi ini juga harus bersaing dengan 36 finalis lain.

ARISTONO, Pontianak

EVEN ini sendiri memperlombakan berbagai karya inovasi dan kreativitas dari para pelajar untuk membuat produk dalam rangka menekan angka kecelakaan berlalu-lintas. Berbagai karya dihadirkan di sana. Ada yang membuat helm unik, alat peraga kampanye keselamatan dan laib-lain. Sementara Belinda menghadirkan game edukasi berbasis Android bernama "Sanyaki", singkatan dari Sayangi Nyawa Kita.

Game ini menyasar semua umur, walaupun lebih cocok dimainkan anak usia dini. Di game ini pemain diwakili karakter pengendara sepeda motor yang berkendara di jalan raya. Pemain diminta untuk menyelesaikan misi, yaitu berhenti ketika tiba zebra cross dan tidak menabrak penyeberang jalan. Selain itu setiap melewati rambu lalu lintas, secara otomatis akan muncul kuis di layar smartphone. Pertanyaannya seputar aturan lalu lintas.

"Saya membawa konsep bisnis permainan edukatif. Ini adalah permainan untuk mengedukasi siswa dan masyarakat tentang keselamatan berlalulintas. Di sini pemain merasakan sebagai pengendara sepeda motor yang harus taat berlalu lintas dengan berhenti di zebra cross. Selain itu, di dalam ada pula tambahan kotak kuis, dimana bila pemain menempati kotak tersebut maka diwajibkan menjawab kuis. Bila jawabannya tepat, maka akan ada bonus," papar dia.

Namun permainannya tidak sedatar itu. Setiap mendapatkan poin maka tingkat kesulitan pada games ini juga makin tinggi. Laju sepeda motor pemain akan kian kencang. Sehingga pemain harus makin berhati-hati dalam menghindari rintangan. "Selain untuk edukasi. Ini cocok untuk mengisi waktu luang juga. Ke depan aaya juga mau menyempurnakan games ini dengan menambah gameplay nya," kata dia.

Ide ini berawal dari keluhan tentang kurangnya media untuk mengampanyekan keselamatan berlalulintas. Lalu dia memunculkan ide, bagaimana bila ada games ini sebagai pembelajaran yang menarik dan bisa dimainkan kapan dan dimana saja. “Maka saya rancang permainan ini. Ternyata banyak yang suka. Termasuk para juri,” ucap dia.

Hebatnya Belinda sendiri tidak memiliki basic programer. Dia hanya mendapatkan pelajaran programing di sekolah. Lewat pelajaran dan belajar di internet, belakangan dia mulai lihai. Betapa tidak, games Sanyaki ini hanya diselesaikannya dalam waktu dua minggu saja. Bulan April ini games ini sudah bisa diunduh di Google Playstore.

Sebagai salah satu juara, dia mendapat kepercayaan dari Kemenhub dan Dinas Perhubungan Kalbar untuk mensosialisasikan tertib berlalu-lintas kepada masyarakat, termasuk usia dini. Sabtu (7/4) lalu misalnya, dia memberikan sosialisasi keselamatan berlalu-lintas di Aula SD Swasta Katolik Karya Yosef Pontianak. Acara ini dihadiri langsung oleh Pejabat Kemenhub, pihak kepolisian dan stakeholder lainnya. Pada kesempatan itu, Belinda juga meluncurkan games Sanyaki.

Hermansyah selaku Kasubdit Manajemen Keselamatan, Direktorat Pembinaan Keselamatan, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub menyebut, prestasi tingkat nasional nan bergengsi ini telah membuat harum nama nama Kalbar.. “Ini adalah usaha keras dari Belinda. Tentu saja ada peran dari guru pembibing dan orangtua mereka. Semoga aplikasi games ini dapat membantu upaya pemerintah dalam menurunka,n angka kecelakaan lalu lintas” katanya. Dipaparkan dia, angka kecelakaan lalu lintas adalah pembunuh nomor tiga di Indonesia. Pertama adalah penyakit jantung, dan kedua adalah penyakit paru-paru.

Games Sanyaki ternyata langsung disukai anak-anak SD Karya Yosef. Mereka tampak antusias memainkan games tersebut. "Senang sekali sekolah kami menjadi tempat launching aplikasi games edukasi ini. Anak-anak senang dengan games ini. Sepertinya ini akan efektif karena metode sosialisasinya berbentuk games dan tidak membosankan. Bisa dimainkan oleh ssmua umur," ujar Liesa Mandasari, kepala SD Swasta Katolik Karya Yosef. (*)

Berita Terkait