Kembali Dilanda Banjir, Warga Inginkan Pengerukan Parit

Kembali Dilanda Banjir, Warga Inginkan Pengerukan Parit

  Jumat, 14 June 2019 10:15
BANJIR: Cukup tingginya curah hujan membuat sejumlah daerah di Kubu Raya terendam banjir | foto/ ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Cukup derasnya curah hujan yang terjadi di Kubu Raya beberapa hari terakhir membuat sejumlah daeraah di kabupaten ini kembali terendam banjir. Misalnya saja di Desa Teluk Kapuas dan Desa Parit Baru, lantaran curah hujan cukup tinggi membuat banyak rumah di dua desa ini terendam banjir. 

Ketua RT 6/RW 1 Dusun Teluk Permai, Desa Teluk Kapuas, Sayuti menerangkan, sepanjang bulan Juni, sudah dua kali desanya dilanda banjir. Jika dikalkulasikan sejak Februri hingga April tahun ini kata Sayuti diperkirakan sudah lebih dari tiga kali desa terendam banjir. 

“Pada 8 Juni lalu, Cabang Kiri juga sudah terendam banjir, dan pada 12 Juni banjir kembali terjadi di Cabang Kiri ini. Karena sudah termasuk langganan banjir saat masuk musim hujan, saya mohonlah perhatian pemerintah untuk bisa mengatasi masalah banjir ini,” kata Sayuti, Kamis (13/6) kepada wartawan. 

Kendati banjir yang terjadi saat ini tidak sebesar pada April yang sudah merendam hingga ke dalam rumah warga, namun kata dia, banjir jelang pertengahan Juni di desanya ini membuat akses jalan tertutup, bahkan sudah mulai masuk ke teras rumah warga. 

“Pantauah saya di lapangan, memang sejauh ini belum ada warga yang mengungsi, namun diperkirakan lebih dari 17 warga terasnya itu sudah mulai terendam air,” jelasnya, seraya kembali berharap pemerintah daerah setempat bisa segera menangani bencana banjir yang dinilai merupakan salah satu bencana rutin terutama saat masuk musim hujan. 

Ditanya penyebab terjadinya banjir,  Sayuti melihat sejauh ini salah satu penyebab mudah terjadinya banjir di desanya lantaran adanya penyempitan saluran air menuju Sungai Kapuas. Selama ini kata dia, drainase desanya hanya mengandalkan aliran air di Parit Tengkorak dan Parit Bugis yang ukurannya juga sudah sempit sekali.

“Makanya kami berharap, pemerintah melalui dinas terkait bisa melakukan normalisasi parit di sekitar desa kami. Sehingga jika sewaktu-waktu air kembali menggenang, maka akan lebih mudah surutnya,” paparnya. 

Menurutnya sejauh ini dampak yang dirasakan masyarakat sekitar akibat terjadi banjir selain mulai masuk ke teras sejumlah rumah warga yakni terendamnya 20 hektar sawah milik warga, dan terendamnya 1,5 hektar lahan pertanian untuk program pemerintah. 

Secara terpisah, Kepala Desa Parit Baru, Musa mengaku sama seperti musim hujan sebelumnya yang membuat banyak rumah di desa terendam banjir. 

“Secara rinci, saya belum tahu berapa banyak rumah warga yang terendam banjir, tapi samalah seperti kejadian sebelumnya, setiap masuk musim hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari saja membuat banyak rumah yang tergenag air,” kata Musa. 

Musa menerangkan untuk ketinggian banjir disetiap titik bervariasi tergantung dari ketinggian kawasan pemukiman warga. Melihat banjir menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi membuat Musa berharap Pemerintah Kubu Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya untuk melakukan kajian dan mengalanisis untuk mengatasi masalah banjir di Kubu Raya. Musa melihat salah satu penyebab terjadinya banjir lantaran air yang tergenang tidak mudah surut lantaran sudah banyak terjadi penyumbatan saluran air. 

“Saya berharap ke dinas terkait untuk melakukan analisis atau kajiaan sehingga menemukan solusi aagar ke depan setidaknya kalaupun terjadi banjir, ketinggian tidak separah saat ini. Karena saya melihat setiap tahun ada penambahan ketinggian air apalagi saat masuk musim hujan,” pungkasnya. 

Pengerukan parit juga diperlukan di Parit Sungai Raya Dalam.  Tanah mungguk serta  sampah banyak ditemui di parit Sungai Raya Dalam.  Penataan jembatan pun perlu dilakukan. “Kita berharap Pemkab Kubu Raya melakukan pengerukan Parit Sungai Raya Dalam.  Seperti Pemkot Pontianak yang mengeruk parit Haji Husin 2 dan Sepakat 2.,” harap Murjani.  (ash)   

Berita Terkait