Kemampuan Orasi Kurang Memadai, Debat Pilwako Pontianak Tak Greget

Kemampuan Orasi Kurang Memadai, Debat Pilwako Pontianak Tak Greget

  Rabu, 20 June 2018 10:12
FOTO HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Tiga pasang Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak  adu program pada saat debat kandidat yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pontianak, di Hotel Aston, pada Selasa malam. Program unggulan tiga pasang calon dipaparkan dalam debat tersebut. Namun, beberapa warga yang menyaksikan menilai debat pilwako tadi malam kurang greget.

Paparan visi misi hanya sebatas pandangan umum tak dikupas secara detail. "Debat calon Wali Kota Pontianak yang dilaksanakan KPU ini kurang greget. Mungkin waktunya kurang lama. Saya sebagai penonton kurang puas dengan paparan visi misi para calon," terang Roni yang melihat debat kandidat melalui live streaming.

Dia memandang, paparan visi misi yang dipaparkan calon terlalu umum. Harusnya, kata dia, dalam debat itu bisa dikupas tuntas. Dengan begitu, masyarakat menjadi tahu program setiap calon. Karena untuk menentukan pilihan, debat ini bisa menjadi acuan masyarakat untuk memilih salah satu calon.

Hal senada dikatakan Ian. "Debatnya kurang seru. Kalau visi misi kan kita sudah tahu. Dalam debat itu harusnya dikupas tuntas programnya sehingga masyarakat benar-benar paham," katanya. Dia menyayangkan, karena debat Pilwako Pontianak cuma dilaksanakan sekali. Harusnya dilaksanakan sama dengan Pilgub sebanyak tiga kali.

Dengan begitu, ia yakin masyarakat Pontianak bakal tahu calon pemimpinnya lebih dalam. "Secara pribadi saya belum puas. Tapi mudah-mudahan yang jadi wali kota nanti bisa membawa Pontianak semakin baik," terangnya.

Sebelumnya, di dalam debat kandidat, masing-masing pasangan calon telah berupaya tampil maksimal. Pada sesi pertama, pasangan calon nomor satu Hary Ardianto-Yandi, saling bersahutan memaparkan programnya. Salah satu program unggulan mereka adalah membangun pariwisata air bertaraf internasional dengan nuansa budaya lokal.

Selain itu, ia juga ingin membangun ekonomi baru guna menurunkan angka kemiskinan. Kemudian paslon nomor satu juga akan menjadikan kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Dalam sesi ini, paslon nomor dua Edi Rusdi Kamtono-Bahasan juga memaparkan programnya. Jika terpilih menjadi orang nomor satu di Pontianak, pasangan ini bakal mewujudkan Pontianak sebagai kota khatulistiwa berwawasan lingkungan yang cerdas dan bermartabat kemudian ingin mewujudkan SDM sehat berkualitas dan berbudaya.

Kemudian paslon dua bakal memprogramkan wajib belajar 12 tahun. Beasiswa bakal diperbanyak. Bidang kesehatan juga akan ditingkatkan mulai dari tingkat puskesmas.

Paslon nomor tiga, Satarudin dan Alpian Aminardi menyatakan bakal membangun Pontianak dari dalam dan pinggir. Menurut Satarudin, Pontianak sekarang sudah bagus. Oleh karenanya pembangunan dari dalam dan pinggiran mesti  dikerjakan agar Pontianak cantik luar dalam.

Anggaran untuk RT juga bakal dinaikkan. Sama dengan insentif posyandu. Kemudian ia akan menghijaukan gang-gang yang ada di Pontianak. Pemerataan pembangunan di enam kecamatan juga bakal ia lakukan. Termasuk pembangunan RS di wilayah Pontianak Utara.

Setelah pemaparan program debat pun dilanjutkan ke sesi dua dan ketiga dengan pertanyaan dari tim perumus, kemudian pada sesi empat pertanyaan antara peserta paslon. Di sesi lima lebih ingin mengetahui tiap paslon soal kue tradisional. Terakhir di sesi ke enam pasangan calon saling lempar tanya jawab.

Usai debat, pasangan calon nomor tiga, Satarudin mengucapkan banyak terima kasih kepada KPU Pontianak yang sudah melaksanakan debat ini. "Selama pelaksanaan kampanye semua berjalan baik. Mudah-mudahan 27 Juni mendatang akan berjalan dengan baik," katanya.

"Mudah-mudahan pilkada serentak nanti bisa berjalan aman dan damai serta mendapat kandidat yang benar-benar menjadi pelayan masyarakat," kata Edi Rusdi Kamtono.

Hal senada dikatakan Hari Adrianto. "Alhamdulilah debat selesai, aman, sukses dan lancar. mudah-mudahan ke depan lahir sosok pemimpin harapan masyarakat. Kita menunggu hasil 27 nanti atas kerja keras kita melakuan kunjungan lapangan dan mudah-mudahan pemimpin yang baru ke depan bisa lebih bertanggung jawab," tutupnya.(iza)

 

Berita Terkait