Kemajemukan Masyarakat Tunjang Pembangunan Daerah

Kemajemukan Masyarakat Tunjang Pembangunan Daerah

  Rabu, 18 April 2018 11:00
KUNJUNGAN: Wali Kota Salatiga Yulianto bersama Wakil Wali Kota Salatiga Muhammad Haris beserta rombongan bekunjung ke Singkawang, kemarin | Har/Pontianak Post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Wali Kota Salatiga Yulianto bersama Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris beserta rombongan media bekunjung ke kota Singkawang pada kegiatan Press Tour 2018 di Balairungsari Kantor Wali Kota Singkawang Selasa (17-4-2018).  Rombongan disambut Wakil Wali Kota Singkawang Irwan bersama aparat serta para jurnalis Kota Singkawang.

Pertemuan dua kepala daerah yang memimpin masing-masing kota dengan mendapat predikat sama yakni  kota tertoleran di Indonesia. Mereka berdiskusi dan berdialog terkait potensi daerah, kemajemukan masyarakat hingga  sinergisitas pemerintah kota bersama elemen awak media sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Wali Kota Singkawang Yulianto mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkot Singkawang. Ia mengatakan kota Salatiga dan Kota Singkawang memiliki banyak kesamaan. Kedua kota ini sama sama berpredikat kota tertoleran se-Indonesia, wilayahnya tidak luas, jumlah penduduknya dikisaran 100.000 hingga 250.000 jiwa dengan kemajemukan masyarakat juga sama beragam agama, etnis, suku, budaya maupun golongan.  Semua potensi itu diolah dalam bingkat NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita sama sama bagaimana mengelola kemajemukan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya. Pengelolaan kemajemukan masyarakat, kata Yulianto, ini perlu dipertahankan dengan sikap toleransi nyata di tengah dinamika masyarakat. “Seperti halnya Singkawang, di Salatiga juga begitu. Jauh sebelum ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Salatiga ini ada majelis namanya majelis paguyuban pemuka agama Salatiga (Puasa),” katanya. Dengan menjalin kerjasama dengan Pemkot, majelis Puasa ini inilah bertugas melakukan pencerahan, pengarahan bagi para masing-masing penganut agamanya. “Sehingga setiap persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Kemudian tak kalah penting Wali Kota dua periode di Salatiga ini adalah peran media dalam memberikan informasi dan berita kepada masyarakat. Pihaknya sangat menyadari pentingnya publikasi terkait pembangunan. Makanya tidak heran ia sangat membuka ruang kepada awak media untuk bertanya langsung maupun mengkonfirmasi suatur peristiwa yang terjadi. “Jadi biasanya wawancara langsung atau melalui WA kawan kawan media dapat menanyakan langsung ke saya maupun ke Wakil Walikota terhadap dinamika yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.

Makanya kedatangan rombongan pihaknya ke kota Singkawang ini untuk menimba ilmu bagaimana menjadikan peran media bersama pemerintah dapat bersinergi dalam bingkai aturan yang benar. “Karena sebagaimana saya senantiasa melibatkan media dalam berbagai even pemerintahan untuk promosi dan publikasi.

Bak gayung bersambut, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan juga berterima kasih atas kunjungan Pemkot Salatiga yang langsung dipimpin Wali Kota dan Waki Walikotnya termasuk ada membawa rombongan PKK maupun sejumlah unsur kepala dinas di kota Salatiga.

Ia pun melihat ada kemiripan antara Kota Salatiga dan Kota Singkawang, dimana menyabet predikat yang sama sebagai daerah tertoleran di Indonesia. Selain itu, Bang Irwan begitu saap akrbanya ini juga baik Singkawang maupun Salatiga sama sama masih membangun sistem kerja termasuk informasi berbasis teknologi. “Singkawang dan Salatiga juga sama sama memiliki nilai CC alias cukup dalalam hal sistem akuntabilitas. Makanya kita sama-sama bekerja keras agar lebih memajukan masing masing kota dalam rangka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (har)

Berita Terkait