Keluarga Besar KPK Nyaris Putus Asa

Keluarga Besar KPK Nyaris Putus Asa

  Senin, 3 December 2018 09:46
ORASI: Penyidik KPK, Novel Baswedan (tengah), Aktivis HAM, Suciwati (kanan) saat berorasi di Gedung KPK. IMAM HUSEIN/JAWAPOS

Berita Terkait

600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap 

JAKARTA – Keluarga besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hampir putus asa. Hingga kemarin (2/12), pelaku dalam kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan belum juga terungkap. Masih gelap. Kemarin merupakan 600 hari usia insiden penyiraman air keras oleh orang tak dikenal tersebut. 

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap mengaku tak tahu lagi harus ke mana mencari keadilan untuk Novel Baswedan. Menurut dia, Presiden Joko Widodo yang menjadi harapan pamungkas pengungkapan kasus tersebut sampai detik ini belum menunjukkan sikap tegas. Yudi mengatakan, pihaknya sudah melakukan segala cara agar Jokowi mengambil sikap tegas. 

Menurut Yudi, keluarga besar KPK juga menyesalkan sikap orang-orang terdekat Jokowi yang justru melemparkan tanggung jawab ketika ditanya soal kasus Novel. Sikap itu menunjukkan bahwa presiden dan jajarannya terkesan menghindar. ”Padahal, presiden pada awal-awal penyerangan Novel berjanji kasus ini (teror air keras, Red) akan dituntaskan,” tuturnya.

Yudi kembali mengingatkan presiden, sebagai panglima tertinggi penegakan hukum di negara ini, agar segera memberikan kepastian pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Sebab, masa kerja efektif Jokowi sebagai presiden tinggal tersisa empat bulan. ”Kami menuntut Presiden Jokowi untuk hadir dan melakukan tindakan sebagaimana selayaknya seorang presiden,” tegasnya.

Sementara itu, Novel Baswedan yang menjadi korban penyerangan 11 April 2017 tersebut menambahkan, dukungan negara dalam kasus itu menjadi penting untuk memperkuat perjuangan pemberantasan korupsi. Dia mencontohkan penanganan teror di sejumlah negara yang cenderung lebih cepat terungkap ketimbang di Indonesia. 

Misalnya, penyiraman air keras yang menimpa pegiat antikorupsi Ukraina Kateryna Handzyuk. Otoritas kepolisian Ukraina telah menetapkan tersangka atas teror yang mengakibatkan Kateryna meninggal lima bulan setelah kejadian itu. ”Di Ukraina pelaku penyerangan bisa tertangkap, itu bukti nyata pemberantasan korupsi yang didukung (negara, Red),” sindir Novel. (tyo/c10/agm)

Berita Terkait