Kejaksaan Tahan Kepala Desa Balai Karangan Terkait Pungli Sertifikat

Kejaksaan Tahan Kepala Desa Balai Karangan Terkait Pungli Sertifikat

  Selasa, 31 July 2018 20:38

Berita Terkait

Penyidik pada Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menahan Kepala Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berinisial Mulyati terkait dugaan pungutan liar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 di Kecamatan Sekayam.

=============

"Tersangka Mulyati ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas II Pontianak. Kita lakukan penahanan agar tersangka tidak berusaha menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi yang lain. Info yang kita dapatkan, tersangka berupaya mempengaruhi saksi-saksi yang lain. Ditahannya selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini," kata Kepala Cabjari Sanggau di Entikong, Akwan Annas, Selasa (31/7).

Tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf e (jo). Pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Dalam perkara tersebut, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. Dari pemeriksaan saksi dan alat bukti, Mulyati diduga menarik pungutan liar dengan total pungli mencapai Rp500 juta lebih untuk penerbitan sertifikat hak atas tanah pada program PTSL di Kecamatan Sekayam.

Kasus ini bermula pada 2017 ketika BPN meluncurkan program penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk wilayah Kecamatan Sekayam. Seharusnya, biaya administrasi penerbitan sertifikat yang menjadi program unggulan Presiden Joko Widodo itu sebesar Rp250 ribu, namun Mulyati diduga menarik pungutan antara Rp800 sampai Rp1,5 juta/sertifikat.

"Sementara ini kita masih fokus pada Mulyati, tapi tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak lain juga. Nanti kita sampaikan kalau ada tersangka lain dalam kasus ini," tutup Akwan. (Agus alfian)

Berita Terkait