Keberatan Pleno KPU, YAS Minta Proses Pemilihan Ulang di Semua TPS

Keberatan Pleno KPU, YAS Minta Proses Pemilihan Ulang di Semua TPS

  Jumat, 6 July 2018 22:16
KEBERATAN. Abang Adi Subrata selaku Tim Pasangan Mantap ketika menyerahkan salinan keberatan kepada Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih pada Sidang Pleno KPU Sanggau, Jumat (6/7) sore. FOTO SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU – Pada Sidang Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Bupati Sanggau 2018 yang digelar Jumat (6/7) kemarin, Tim Pasangan Calon (Paslon) Yanses Akun Effendi-Fransiskus Ason (YAS) menyampaikan beberapa hal terkait dengan keberatan hasil penyelenggaraan Pilbup Sanggau 2018 lalu.

Saksi Pasangan Mantap, Abang Adi Subrata menyampaikan bahwa pihaknya menyampaikan beberapa hal di hadapan KPU Sanggau terkait beberapa hal berkenaan dengan indikasi kecurangan penyelenggaraan pada Pilbup 2018 lalu yang dihimpun oleh timnya.

Poin pertama yang disampaikannya yakni terkait KPU Sanggau tidak melakukan perbaikan dan verifikasi ulang terhadap seluruh data DPT ganda sebanyak 13.800 pemilih. Faktanya, data DPT yang menurut KPU merupakan hasil perbaikan masih ditemukan DPT ganda sebanyak 10.437 pemilih.

Bahkan pada pemungutan suara 27 Juni 2018 KPPS tidak mencoret data DPT ganda yang telah dicoret kepada saksi paslon nomor urut satu. Hal ini jelas melanggar ketentuan pasal 27 huruf (f) PKPU Nomor 8 Tahun 2018.

Kemudian, dia menuturkan banyaknya TPS yang bersifat masif, jumlah kertas surat suara untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sanggau kurang dari jumlah data DPT. Semestinya, jumlah kertas surat suara di kotak suara tersegel harus sesuai dengan jumlah DPT ditambah cadangan 2,5 persen.

Selain itu, sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara, banyaknya pemilih yang tidak mendapat undangan memilih, form C6-KWK. Ditemukan form C1 plano-KWK tidak mencantumkan kolom jumlah seluruh suara sah, suara tidak sah, jumlah suara sah dan tidak sah serta adanya keterlibatan aparatur sipil negara. Selanjutnya pemanfaatan program pemerintah untuk kepentingan paslon incumbent.

Pada poin kedua, Adi menyampaikan temuan pada hari pemungutan suara yakni format C1 plano-KWK untuk telly hasil perhitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yang digunakan petugas KPPS di tingkat TPS tidak terdapat kolom jumlah suara sah, jumlah suara tidak sah dan kolom jumlah surat suara sah dan tidak sah.

Kemudian ditemukan form C-KWK dan atau C1-KWK yang diterima saksi paslon nomor urut satu tidak sesuai PKPU 8 Tahun 2018 serta adanya pembukaan kotak suara yang sudah disegel di tingkat desa/kelurahan (PPS). Semestinya KPPS wajib menyegel, menjaga, mengamankan keutuhan kotak suara setelah rapat perhitungan suara di TPS dan menyerahkan ke PPK dalam keadaan tersegel melalui PPS.

Poin ketiga yang disampaikan tim YAS yakni berdasarkan sejumlah temuan tersebut maka terjadi pelanggaran pemilu yang dapat dikategorikan pelanggaran administratif maupun tindak pidana mulai dari DPT ganda, pemilih tidak mendapatkan form C6-KWK, kekurangan/kelebihan kertas surat suara, form C1 plano-KWK tidak sesuai ketentuan, form C-KWK diisi tidak sesuai ketentuan dan sebagainya.

Dengan tiga poin tersebut, Adi Subrata mewakili Saksi Pasangan Mantap menyatakan kepada KPU Sanggau bahwa proses maupun hasil pemungutan suara Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau yang telah dilaksanakan penuh dengan pelanggaran hukum sehingga apapun hasilnya yang ditetapkan KPU Sanggau cacat hukum dan meminta dilakukan pemilihan proses pemilihan ulang di semua TPS yang ada di 15 kecamatan se-Kabupaten Sanggau.

Atas keberatan tersebut, Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih ketika dikonfirmasi Pontianak Post mengatakan bahwa pihaknya telah mendengarkan keberatan yang disampaikan oleh tim dari paslon YAS pada Sidang Pleno KPU Sanggau dan didengar oleh Panwaslu Kabupaten Sanggau, tim pemenangan nomor urut dua serta stakeholder yang hadir pada rapat tersebut.

Meski ada keberatan tersebut, kata Sekundus, akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Iya, proses pleno tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kami sudah mendengarkan keberatan mereka sebagaimana yang kita dengar bersama. Berita acaranya terkait keberatan dan lainnya juga nanti dibuat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon PAHYO, Andriyus Wijaya menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlalu mempersoalkan keberatan yang disampaikan oleh Tim Pemenangan Paslon YAS. Menurutnya, keberatan tersebut sebagai bentuk demokrasi yang mesti dihargai dalam menjaga proses demokrasi di Kabupaten Sanggau.

“Kami menganggap biasa-biasa saja keberatan yang mereka sampaikan dan keberatan-keberatan seperti itu bukan hal yang aneh dalam pesta demokrasi seperti pemilukada,” tegasnya. (sgg)

Berita Terkait