Kebakaran Lahan di Melawi, Satu Bocah Tewas Terpanggang

Kebakaran Lahan di Melawi, Satu Bocah Tewas Terpanggang

  Selasa, 14 Agustus 2018 10:00
LUKA BAKAR: Kondisi korban kebakaran lahan saat dirawat di RS Husada Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. DAOPS MANGGALA AGNI SINTANG FOR PONTIANAK POST)

Berita Terkait

Dua Korban Lain Kritis

PONTIANAK - Tiga warga Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi menjadi korban kebakaran lahan. Satu di antaranya tewas akibat luka bakar yang sangat serius. Peristiwa tragis ini dialami oleh keluarga Adong (50) dan dua anaknya, Rio (11) dan Pito (8). Namun nahas, Pito meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Ketiganya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Kepala Daops Manggala Agni Sintang, Kadarwanto mengatakan, kejadian yang menimpa ayah dan anak ini terjadi pada Minggu (12/8) sekitar pukul 10.00 wib. Saat itu korban sengaja membakar lahan untuk ditanami padi. 

Mereka bertiga membuka lahan tanpa ada bantuan dari warga lain. Karena cuaca panas dan angin cukup kencang, api tidak dapat dikendalikan dan kemudian berbalik mengarah ke korban. Akibat kejadian ini, satu korban meninggal di tempat kejadian.

Sementara dua korban lain langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada dalam kondisi kritis. "Menurut dokter yang menangani korban, Pak Adong mengalami luka bakar 76%. Sedangkan anaknya, Rio menderita luka bakar 80 persen," katanya.

Dua korban kritis disarankan segera dirujuk ke Pontianak untuk penanganan yang lebih serius. Atas peristiwa ini, DaOps Manggala Agni Sintang akan turun ke lokasi untuk menelusuri secara detail kejadian yang sebenarnya. "Besok, kami akan turun ke lapangan. Mengecek lokasi sekaligus melaksanakan patroli," paparnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Melawi, Gusti membenarkan adanya peristiwa kebakaran lahan yang mengakibatkan tiga warga Desa Nanga Tikan menjadi korban. Dua orang mengalami kritis, sedangkan satu orang lainnya meninggal dunia.

Menurut Gusti, dari laporan kepala desa setempat, saat kejadian korban dan anaknya berada di rumah ladang (pondok). Api yang membakar lahan membesar dan tiba-tiba menyambar ke pondok. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 10.00-13.00 wib.

"Kira-kira begitulah laporan dari Kepala Desa. Dan ini akan saya laporkan kepada Kepala BPBD Provinsi," terangnya. 

 Terpisah, Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin juga membenarkan adanya kejadian kebakaran lahan yang menelan korban di Desa Nanga Tikan pada Minggu (12/8). Saat ini pihaknya belum dapat menggali informasi lebih banyak lantaran kondisi kedua korban yang selamat masih belum memungkinkan.

“Jadi satu-satunya yang bisa dimintai keterangan adalah korban yang masih hidup itu. Secara spesifik dia belum bisa memberikan banyak keterangan. Namun, dia mengakui bahwa dia yang telah membakar,” ungkapnya, Senin (13/8).

Berdasarkan keterangan korban, lahan yang dibakar itu merupakan miliknya. Lahan itu akan dijadikan ladang untuk bertanam. Kala itu, korban tengah beristirahat di dalam pondok.  Sementara api masih membara di ladang. Tanpa disangka, api tidak terkendali sehingga membakar pondok tempatnya beristirahat. 

“Mereka berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api itu. Dua orang berhasil selamat, sementara satunya tidak,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Kapolres, pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jarak yang jauh serta jaringan yang sulit membuat akses informasi menjadi terhambat. 

“Anggota masih di TKP. Belum pulang dari tadi malam. Soalnya tidak ada sinyal di TKP serta akses menuju ke lokasi juga jauh,” katanya.  Dari pusat Kecamatan Belimbing Hulu menuju ke desa tersebut memerlukan waktu sekitar beberapa jam menggunakan sepeda motor. Setelah itu masih harus berjalan kaki sekitar satu jam.

Atas kejadian ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara bakar. Selain dapat mengancam keselamatan, hukuman pidana juga akan diberikan kepada pelaku pembakaran lahan. Khusus untuk kasus yang satu ini, pihaknya belum bisa menetapkan korban sebagai tersangka pembakaran lahan.

“Hasil penyelidikan awal korban juga sekaligus pelaku pembakaran lahan. Hanya kalau dari sisi kemanusiaan belumlah untuk kami tetapkan dia sebagai pelaku, lantaran korban sedang terkena musibah, anaknya juga meninggal,” pungkasnya. (arf/sti)

Berita Terkait