Kebakaran Bikin Supiyanto Nekat Dirikan Damkar Sungai Rengas

Kebakaran Bikin Supiyanto Nekat Dirikan Damkar Sungai Rengas

  Selasa, 13 March 2018 11:00
HARJAD: Perayaan hari jadi kelima Pemadam Kebakaran Sungai Rengas pada Minggu (11/3). ISTIMEWA

Berita Terkait

Lima Tahun Berkiprah, Ingin Tambah Peralatan Damkar

Kebakaran di Sungai Rengas pada 2012, menjadi titik awal terbentuknya pemadam kebakaran yang diketuai Supiyanto. Bermodal alat seadanya, kini Damkar Sungai Rengas semakin berkembang. Pada 11 Maret 2018, lima tahun usianya. Sekarang target damkar tersebut, ingin miliki truk pemadam kebakaran berspesifikasi tinggi

MIRZA AHMAD MUIN, Sungai Rengas

SATU persatu bunyi sirine mobil pemadam kebakaran dari perkumpulan damkar swasta Kalimantan Barat datang ke acara hari jadi ke lima, Pemadam Kebakaran Sungai Rengas, Minggu kemarin. 50 meter dari Kantor Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, kemarin posko damkar yang diketuai Supiyanto sudah seperti pesta nikahan.

Jamuan makanan, lengkap dengan pencuci mulut yang disediakan di meja besar, siap disantap. Acara semakin wah, karena panggung besar di depan posko dilengkapi live musik yang menampilkan artis lokal Sungai Rengas.

Saat masuk posko, satu-persatu petugas damkar mengenakan seragam kebesaran masing-masing langsung disambut puluhan anggota Damkar Sungai Rengas, yang hari itu mengenakan pakaian batik, penanda tuan rumah.

Setelah makan, bincang-bincang dan memberi selamat pada anggota Damkar Sungai Rengas, yang usianya lima tahun, tamu pun pulang. Begitu seterusnya tak henti saat Pontianak Post berada di sana.

"Diadakannya pesta sebagai wujud syukur bahwa Damkar Sungai Rengas sekarang sudah berusia lima tahun pada 11 Maret 2018. Ada cerita hingga Damkar Sungai Rengas berdiri," ucap Ketua Umum Damkar Sungai Rengas, Supiyanto.

Bermula saat terjadi kebakaran rumah penduduk di Sungai Rengas. Waktu itu, masyarakat panik dan bingung memadamkan api. Sambil menunggu petugas damkar datang ke sini. Bermodal peralatan seadanya dirinya beserta masyarakat membantu memadamkan api yang berkobar di atap rumah warga.

Dari kejadian itu, membuat dia berpikir untuk membentuk tim damkar di wilayah Sungai Rengas.

Supiyanto mengenang, tak mudah membentuk tim damkar lima tahun lalu. Persoalan utamanya materi. Biaya besar untuk membeli peralatan jadi batu sandung.

Tak berputus asa, iapun membicarakan idenya pada beberapa rekan di kampung. Ternyata gagasan kecil itu disambut baik. Tapi tetap saja, biaya untuk beli peralatan damkar jadi batu sandungnya.

Saking ngotot membentuk damkar Sungai Rengas, dirinya bersama kawan akhirnya inisiatif mengumpulkan uang pribadi untuk membeli peralatan pemadam kebakaran sederhana. "Awal-awal, peralatan kita beli patungan. Mesin kecil Pemadam api alat pertama kami. Sisanya, kami mengajukan bantuan ke Pemadam Kebakaran Panca Bhakti," kenangnya.

Ajuan bantuan ke Damkar Panca Bhakti Pontianak lanjutnya, dapat sambutan positif. Damkar Sungai Rengas diberi bantuan selang. Untuk transportasi sementara, mobil pik up miliknya digunakan sebagai armada kebakaran, sedangkan poskonya dibangun di tanah miliknya.

Pada 11 Maret 2013, Damkar Sungai Rengas dibentuk. Seingat dia ada belasan orang anggota pertamanya. Setelah terbentuk, Damkar Sungai Rengas langsung eksien. Bukan dengan aksi pemadaman kebakaran, namun memperkenalkan diri bahwa di Sungai Rengas telah dibentuk tim Damkar swasta. "Kala itu antusias masyarakat tinggi. Beberapa masyarakat juga bantu suport," katanya.

Awal terbentuknya Damkar Sungai Rengas, lanjut ceritanya dalam upaya pemadaman kebakaran, anggotanya hanya otodidak. Modalnya cuma kemauan besar membantu masyarakat yang mendapati musibah kebakaran.

Tapi berjalannya waktu, para anggota terus menambah pengetahuan dalam penanganan kebakaran. Karena sudah terdata dan terdaftar sebagai organisasi damkar swasta, maka jika ada kegiatan pelatihan pemadaman kebakaran, anggotanya pun turut dilibatkan. Dari kegiatan pelatihan, anggotanya kini makin terampil.

Berjalannya waktu, peralatan yang tadinya hanya satu mesin dan satu selang pun terus bertambah. Sekarang, damkarnya sudah miliki dua mobil pik up, dua unit sepeda motor, empat mesin robin dan 60 anggota. "Saat ini terus berkembang. Rencana ke depan kita mau beli truk damkar. Semoga saja bisa terwujud," ungkapnya.

Sekarang jika ada kebakaran di wilayahnya, penanganan akan lebih cepat. Agar kejadian kebakaran takĀ  terjadi, dia mengimbau masyarakat menjaga masing-masing rumahnya. Peralatan listrik, gas harus dipantau. Keteledoran masyarakat biasa penyebab kebakaran terjadi.(*)

Berita Terkait