Kebahagiaan Fans Bertemu Milea

Kebahagiaan Fans Bertemu Milea

  Senin, 5 February 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Film Dilan 1990 masih menjadi trending topic di kalangan anak muda, topik yang too sweet to forget untuk diperbincangkan. Seperti menyeruput es krim di siang hari, manis dan menyegarkan. Luckily, Pontianak menjadi kota ketiga setelah Yogyakarta dan Palembang yang didatangi langsung oleh pemeran utamanya.

Meranti Room Hotel Mercure Pontianak menjadi saksi bisu antusias anak muda Pontianak dalam roadshow Meet & Greet Dilan bersama Telkomsel pada (2/2) lalu. Beragam ekspresi terlihat dari wajah fans yang datang. Bekerjasama dengan fans base Dilanku Pontianak, Telkomsel akhirnya menyaring 50 orang yang beruntung dan memenuhi syarat dari 230 orang yang mendaftar.

Teriakan histeris hingga derai air mata bahagia pecah secara bersamaan saat Vanesha Prescilla (Milea) dan Brandon Salim (Beni) masuk ke dalam ruangan. Suasana yang tenang menjadi pecah, bergemuruh penuh keceriaan. Apalagi saat peserta diberi kebebesan bertanya pada pemain film yang sudah ditonton lebih dari dua juta pasang mata di sepuluh hari penayangannya ini.

“Semua scene dalam film ini menarik, asal kalian tahu waktu adegan Anhar nampar Milea itu beneran loh tanpa ada efek suara tambahan. Jadi semua talent dituntut untuk total, tapi aku paling suka bagian Milea dan Dilan jadian, sih,” jawab Vanesha ketika ditanya scene mana yang paling menarik.

Brandon Salim yang berperan sebagai Beni, pacar Milea yang kasar, juga jadi sasaran pertanyaan peserta. “Karakter Beni ini berbanding terbalik dengan karakter asliku, jadi untuk mendalami karakternya aku harus sering latihan. Aku juga harus menjiwai anak SMA tahun 90’an dimana nggak ada gadget dan internet seperti yang dirasa anak muda zaman sekarang,” ujar Brandon.

Berbeda dari Brandon yang sudah banyak membintangi film layar lebar, ini adalah debut film Vanesha. Rasa takut akan mengecewakan penggemar buku Dilan sempat dirasa adik bungsu Sissy Priscillia ini. “Pembaca buku best seller Dilan tentu berekspektasi tinggi terhadap film ini jadi sempat grogi. Tapi Ayah Pidi Baiq sudah mempercayai peran Milea ke aku. So, aku harus mengeluarkan seluruh kemampuan dan Alhamdulilah banyak yang suka,” curhat Vanesha.

Totalitas pemain dan setting lokasi shooting ala tahun 1990 berhasil membuat film Dilan menjadi film awal tahun yang spektakuler. Nggak hanya mengundang perhatian kawula muda namun juga orang tua yang ingin bernostalgia dengan romansa cinta monyet masa SMA.

Selain sebagai bentuk nyata mendukung industri perfilman Indonesia, Telkomsel menjadikan even ini sebagai layanan ekstra untuk Loopers. “Film Dilan 1990 ini bertemakan anak muda sehingga bersinergi dengan salah satu produk Telkomsel, yakni Loop. Saya terpukau dengan antusiasme anak muda Pontianak, meski mereka sangat histeris melihat idolanya mereka tetap tertib dan kooperatif. Semoga situasi yang sama akan terjadi di kota-kota berikutnya,” ungkap Deni Eko Harwanto selaku Manager Youth & Community Regional Kalimantan.

Kebahagiaan para fans Dilan saat itu semakin bertambah. Acara Meet & Greet ditutup dengan nonton bareng film Dilan 1990. Duh bahagianya! (dee)

 

Berita Terkait