Ke Tanah Suci, Berangkat Dulu Baru Bayar

Ke Tanah Suci, Berangkat Dulu Baru Bayar

  Senin, 26 September 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK-- Siapa saja pasti memiliki keinginan besar untuk menginjakkan kakinya di Tanah Suci Mekah. Baik itu untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.

 
Akan tetapi keterbatasan uang masih menjadi kendali. Terkadang harus menunggu dalam waktu yang lama agar bisa menunaikan perjalanan ibadah itu.

Owner Ihya Tour & Travel Umrah dan Haji Khusus Heru W Djarkasie menyebutkan travel yang dimilikinya memberikan kemudahan itu. Kini para jemaah tidak lagi harus menunggu yang terkumpul baru bisa berangkat.

Jemaah justru bisa melakukan umrah dan baru dibayar setelah pulang.

“Kami menjalin kerjasama dengan lembaga pembiayaan. Jadi tidak harus menunggu uang terkumpul semua baru berangkat,” kata dia.

Menurut Heru cara seperti ini dilakukan karena banyak jemaah yang menjadi korban penipuan. Jemaah mendapat penawaran biaya umrah murah malah ujung-ujungnya tidak diberangkatkan.

Dia menjelaskan dengan sistem seperti ini jemaah tidak perlu takut ditipu. Sebab jemaah berangkat dulu baru menyelesaikan biaya yang dibutuhkan untuk umrah.

Menurutnya banyak jemaah menjadi korban penipuan karena di Kalbar banyak travel haji dan umrah yang tidak memiliki ijin resmi dari Kementerian Agama.

Di Kalbar hanya ada empat travel yang benar-benar memiliki ijin tersebut. Sebaliknya animo masyarakat cukup tinggi untuk menjalankan umrah di Tanah Suci Mekah. “Mereka rebut-rebutan dan banting-banting harga. Penawaran dengan harga tertentu, jika tak mencukupi lempar ke travel lain lagi,” jelas dia.

Karena itu lanjut dia, dengan cara seperti ini jemaah mendapat kepastian berangkat. Kendati demikian dia mengingatkan meski peluang keberangkatan itu terbuka namun bantuan pembiayaan itu diberikan setelah jemaah lolos analisa kelayakan dari lembaga keuangan syariah.

Selain aman dari penipuan lanjut dia, jemaah tidak perlu takut akan riba. Sebab berdasarkan fatra Dewan Syariah Nasional MUI pembiayaan seperti ini dibolehkan dan tidak termasuk riba.

Sementara itu untuk tahun ini, Ihya Tour sudah memberangkatkan 131 131 jemaah yang terdaftar sebagai calon jemaah haji. Dari jumlah itu 61 jemaah haji yang berangkat sudah antri lima hingga enam tahun lalu.

Kemudian sisanya, adalah 70 jemaah haji plus yang mendaftar sekaligus berangkat tahun ini. “Dari jumlah itu, jemaah haji plus yang berhasil berangkat ada 60 jemaah. Sisanya tidak bisa berangkat, karena visanya tak kembali. Sesuai perjanjian, jika tidak berangkat maka 100 persen uang kembali. Kami hanya membantu,” pungkasnya. (mse)

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait