Kayong Utara Nihil Titik Api

Kayong Utara Nihil Titik Api

  Selasa, 6 September 2016 09:30
TERANG BENDERANG: Kabupaten Kayong Utara dengan tanpa titik api menjadikan semua kawasan di Negeri Bertuah ini terang benerang tanpa diselimuti kabut asap, seperti yang terlihat di Kepulauan Karimata.

Berita Terkait

SUKADANA – Titik api di Kabupaten Kayong Utara pertanggal 5 September dinyatakan nihil. Hal tersebut disebabkan beberapa hari ini Negeri Bertuah, julukan Kayong Utara, diguyur hujan. Hal tersebut disampaikan kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara, Tri Yanto, Senin (5/9) kepada wartawan.

 

“Untuk Kabupaten Kayong Utara, atas laporan yang saya terima dari pantauan BMKG Pontianak, tidak ada titik api. Hal tersebut tentunya dengan adanya curah hujan beberapa hari ini. Dan untuk hujan tersebut merupakan teknologi modifikasi cuaca, yang dilakukan bersama BNPB dengan menggunakan pesawat AURI, sehingga kalau boleh dikatakan, untuk hujan yang terjadi di Kalbar merupakan teknologi modifikasi oleh BNPB,” terang Tri di Sukadana.

 

Tri menjelaskan, sebenarnya pada akhir Agustus lalu merupakan titik akhir dari musim kemarau. Seharusnya, dia menambahkan, untuk saat ini sudah memasuki musim pancaroba. Hal tersebut, menurut dia, berdasarkan kalkulasi BNPB. Untuk itu dirinya berharap dengan teknologi modifikasi cuaca tersebut, dapat lebih merangsang awan untuk menimbulkan hujan.

“Mudah-mudahan pada tahun 2016 ini, untuk kebakaran hutan dan lahan ini tidak seperti tahun lalu (2015, Red). Jadi, mengenai hal ini, kita juga bersama-sama untuk mengantisipasi supaya hal tersebut tidak kembali terjadi,” harap Tri.

Mengenai hal tersebut, pihaknya juga telah mendrafkan SK siaga bencana asap, akibat kebakaran hutan, lahan, dan kebun. “Untuk siaganya sudah kita masukkan ke Pak Bupati. Paling tidak hal ini untuk antisipasi kita bersama. Walau saat ini untuk titik api sudah tidak ada lagi. Dan kalau memang kembali adanya kebakaran, akan kita tingkatkan tanggap darurat. Mengenai hal ini pun jelas, kita semua sangat berharap tidak kembali terjadi,” tandasnya.

Tri menambahkan, pada kegiatan Sail Selat Karimata, 15 Oktober mendatang, berdasarkan informasi yang dihimpun olehnya dari BMKG, sudah memasuki masa pacaroba. Untuk itu dirinya berharap afar kabut asap sudah tidak ada lagi pada kegiatan bertaraf internasional tersebut.

Terkait kebakaran hutan dan lahan, menurut dia, pihak BPBD telah melakukan koordiansi bersama TNI, Polri, TGP, hingga Kehutanan, di mana tidak dibenarkan dengan cara membakar untuk membuka lahan. Bahkan larangan tersebut, menurut dia, tak hanya ditujukan kepada perusahaan, tapi juga masyarakat.

“Tidak ada istilah kebijakan atau kearifa lokal dengan membakar lahan. Hal tersebut tidak berlaku. Walau itu alasanya urusan perut. Boleh urusan perut. Tetapi rambu jangan dilanggar. Karena untuk pihak TNI dan Polri, itu tidak dibekali solusi. Jika menemukan ada yang membakar, maka akan ditarik untuk ditindak tegas,” tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait