Kawal Generasi Muda guna Cerdas Memilih

Kawal Generasi Muda guna Cerdas Memilih

  Kamis, 29 November 2018 15:18
FOTO RRI,CO.ID

Berita Terkait

RIBUAN mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi antusias mengikuti Dialog Gerakan Cerdas Memilih di Auditorium Untan, Selasa (28/11).

Dialog Gerakan Cerdas Memilih yang dipandu Alfia Alhadi ini antara lain menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu RI, Pemprov Kalbar, dan BEM Untan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat Ramdan mengatakan bahwa Gerakan cerdas  memilih ini selain dapat mensukseskan pelaksanakan Pemilu 2019 dapat menumbuhkan samangat samangat kepedulian sebagai warga negara yang baik.

“Para pemilih pemula itu semakin cerdas menggunakan hak pilihnya, sehingga mereka tersosialsiasi sejak awal tentangh pelaksanaan pemilu 2019,” jelas Ramdan.

Kepala Biro Kesra Pemprov Kalbar Mahmudah yang mewakili Gubernur Kalbar mengapresiasi pencerdasan pemilih sebagai upaya untuk mensukseskan Pemilu 2019.

Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo menilai bahwa media massa punya peranan penting dalam penyampaian informasi berkaitan dengan pemilu 2019.

“Dari data yang kami peroleh, sekitar 187 juta orang yang telah terdaftar dalam Pemilu 2019. Dari 187 juta ini, DPT terbagi menjadi dua kelompok yaitu sebanyak 2 juta pemilih di Luar Negeri dan 185 juta pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di Dalam Negeri,” jelasnya.

Menurut Andreas dari 185 juta DPT yang berada di Dalam Negeri, terdapat 10 juta pemilih pemula yang baru pertama kali menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2019. Karenanya kegiatan literasi sejenis ini memang sangat diperlukan untuk mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dan lapisan masyarakat lainnya.

Akademisi Untan Pontianak, Prof. Edi Suratman menyebutkan ada tiga indikator dari pemilih cerdas. Yakni peduli terhadap semua tahapan Pemilu, bersedia menggunakan hak suaranya secara obyektif dan bertanggung jawab, serta tidak mudah dipengaruhi oleh isu bersifat hoax yang belum terbukti kebenarannya.

“Pemilih Cerdas harus peduli terhadap informasi yang bersifat hoax dan tidak mudah percaya pada berita tersebut, sebelum menelusuri fakta kebenaran dari isu yang tersebar," ujarnya.

Untuk itu, Edi berharap semua lapisan masyarakat, khususnya pemilih pemula dapat menjadi pemilih cerdas yang peduli tahapan Pemilu 2019, menggunakan hak suaranya secara bertanggung jawab, dan obyektif.

Dewan Pengawas LPP RRI, Dwi Hernuningsih memastikan komitmen LPP RRI dalam mengawal para generasi muda menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, dengan cara memberikan informasi yang benar, mendidik, dan mencerdaskan terkait Pemilu 2019.

Hal itu disampaikannya dalam talk show bertajuk “Gerakan Cerdas Memilih”, di Auditorium Untan, Selasa (27/11). RRI sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.

Kegiatan ini berupaya memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula tentang tahapan Pemilu 2019, dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang mewakili masing-masing lapisan masyarakat.

Antara lain Ketua Bawaslu RI Abhan, Dewan Pengawas LPP RRI, Dwi Hernuningsih, Anggota Komisi I DPR RI, Andreas Hugo Pareira, dan Perwakilan Rektor Untan Pontianak, Prof. Edi Suratman.

Selain mengundang sejumlah narasumber tersebut, kegiatan talkshow “Gerakan Cerdas memilih”  juga dihadiri ribuan peserta yang umumnya terdiri dari para Pelajar SMA, Mahasiswa, dan siswa-siswi dari kalangan Disabilitas.

“Untuk menjadi pemilih yang cerdas, maka harus paham dulu aturannya, prosesnya, dan memahami calon pemimpin seperti apa yang ingin dipilih. Nah, itulah tugas LPP RRI untuk menyajikan informasi yang benar,” kata Dwi Hernuningsih dalam sela-sela kegiatan.

Dwi menegaskan LPP RRI juga berfungsi sebagai kontrol sosial atau pengawasan sosial, karenanya LPP RRI akan memberikan ruang khusus kepada masyarakat untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan atau pun ketidaknetralan dalam Pemilu 2019 dan nantinya laporan tersebut akan disiarkan kepada publik.(mse)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait