Kasus Audrey Berakhir Damai

Kasus Audrey Berakhir Damai

  Rabu, 15 May 2019 10:47
MEDIASI: Anggota KPPAD Kalbar, Alik Rosyad mendampingi tujuh saksi pada konferensi pers di Mapolresta Pontianak, Kamis, 11 April 2019 lalu. Kasus yang sempat menghebohkan ini berujung damai usai dimediasi oleh PN Pontianak.

Berita Terkait

PN Pontianak Gelar Mediasi

PONTIANAK – Pengadilan Negeri (PN) Pontianak menggelar mediasi (diversi) kasus dugaan penganiayaan siswi SMP, A (14) dengan tiga pelaku yakni L, Tp dan Na pada, Selasa (14/5). 

Mediasi yang berlangsung tertutup itu dihadiri ketiga pelaku, korban dan masing-masing penasihat hukum dan dipimpin oleh Wakil Ketua PN Pontianak, Udjianti. Upaya mediasi itu pun membuahkan hasil. Kedua belah pihak sepakat  berdamai dengan tiga poin yang disepakati. 

Ketiga poin itu yakni para pelaku akan bersilaturahmi dengan keluarga korban. Pelaku juga diminta meminta maaf di media massa atau media sosial selama tiga hari dan pemberian sanksi sosial yang diusulkan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) harus dipatuhi. 

Ditemui usai mediasi, penasihat hukum korban, Daniel Tangkau mengatakan, sesuai dengan mediasi yang sudah dilakukan, maka telah disepakati tiga poin. Pihak keluarga pelaku akan silaturahmi kepada keluarga korban, menyampaikan permohonan maaf di media massa maupun media sosial dan mematuhi sanksi sosial yang diusulkan Bapas. 

Daniel Tangkau menyatakan, bahwa pintu perdamaian antara pelaku dan korban semakin terbuka. Dimana ketika ketiga poin  itu dilakukan, maka pada 23 Mei nanti akan dilanjutkan dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama yang menyatakan kasus selesai.

“Perdamaian ini sangat diharapkan. Karena masa depan anak-anak ini masih panjang. Ketika mereka sudah besar tentu akan ketemu dan bergaul kembali,” kata, Daniel. 

Daniel berharap, bahwa ke depan tidak ada lagi kasus-kasus pengeroyokan atau perundungan yang terjadi kepada anak-anak lainnya. “Kasus ini harus jadi pelajaran bagi semuanya. Jangan sampai terulang kembali,” ucapnya. 

Yang jelas, lanjut dia, setelah penandatangan kesepakatan damai nanti, akan dilihat sampai sejauhmana tanggungjawab pihak pelaku, untuk melaksanakan poin kesepakatan dan sanksi yang direkomendasikan Bapas. 

Sementara itu Wakil Ketua PN Pontianak, Udjianti mengatakan, bahwa proses mediasi berjalan dengan baik. Dan mediasi sudah mengarah kesepakatan damai. “Pada 23 Mei nanti masih dalam tahapan diversi,” kata Udjianti.

Udjianti menjelaskan, di dalam Undang undang perlindungan anak proses diversi itu diberi waktu satu bulan. Dalam masa itu boleh dilakukan satu hingga dua kali atau lebih. “Semuanya masih proses. Mungkin di pertemuan nanti baru mungkin mencapai kesepakatan,” sambungnya. (adg)

Berita Terkait