Kasih Tiada Batas, Ai Xin Terus Berbagi

Kasih Tiada Batas, Ai Xin Terus Berbagi

  Kamis, 8 February 2018 14:32

Berita Terkait

SETELAH melapor dan mendengar petunjuk Ketua Umum Ai XIn Nio Ui Khiang, tim yang terdiri dari Sekretaris Umum Frendys Lu, Ketua Tim Gow Nguan Hui, Lim Tia Khui, Tan Lie Hun , Lim Gek Huang, Khow Khiok Miang , Lau Lie Khiang dan Tio Siak Pheng langsung turun  lapangan untuk menjalankan tugas bagi kasih.

Dengan seizing pihak sekolah ,mobil Ai Xin parkir di halaman SDN 7 di Gang Cempaka Putih Dalam, Jalan Adi Sucipto. Dengan berjalan kaki di bawah terik matahari, melewati pinggir sawah dan menempu jalan kecil yang berkelok-kelok mereka tiba di sebuah rumah sangat sederhana, tempat tinggal keluarga Almarhun Pak Isman , yang meninggal sepekan lalu  akibat sakit tumor otak. Ai Xin mendapat berita duka tersebut ketika bermaksud antar bantuan beberapa hari lalu.

AI XIn menjumpai  ibu Soleha dan putrinya Mega. Bunyi lantai papan tua yang mulai rapuk membuat tim Ai Xin bergerak hati-hati memasuki rumah. Melihat kondisi kehidupan yang prihatin ini Ai Xin memberi bantuan tunai sebesar Rp3.000.000. Saat menyerahkan bantuan kepada Ibu Soleha juru bicara tim sosial Khow Khiok Miang dengan santun berkata. ”Ibu  terimalah ini adalah bentuk kepedulian dan kasih dari Wadah Himpun Kasih atau Ai XIn. Semoga bisa ringankan beban ibu.” Dia juga sampaikan turut berduka atas meninggalnya bapak Isman serta jelaskan keadaan tidak sempat berjumpa dengan alamarhum.

Sambil neteskan air mata , Ibu Soleha berkata: ”Ya Allah, terima kasih, kami tidak menduga ada yang antar bantuan seperti ini. Saya akan gunakan uang ini untuk ganti papan lantai rumah yang banyak patah. Semoga Allah balas kebaikan kalian.”

Selanjutnya tim sosial AI XIn kembali ke Kota Pontianak, mereka mendatangi sebuah rumah di pinggir parit di Gang Pagar Alam II. Disini mereka memberi kasih sebesar Rp3.000000. Kepada Lie Hun Lan, janda  usia 65 tahun, penderita stroke yang tidak mampu berdiri. Wanita ini dinikahi seorang veteran tentara Taiwan 20 tahu lalu. Setelah suaminya meninggal, karena kelalian tidak memiliki surat pernikahan dan izin tinggal yang resmi , maka dia terpaksa bekerja sebagai tenaga illegal di sana. Sampai beberapa tahun lalu dideportasi kembali ke Indonesia dalam keadaan sakit stroke. Kini Hun Lan yang tak mampu berdiri ini tinggal  di rumah adiknya yang sehari-hari bekerja sebagai kuli kasar.

“Ibu Hun Lan ini kasih dari AI XIn, hubungilah kami jika ada keperluaan mendesak,” kata sekretaris tim sosial Lim Gek Huang saat serahkan bantuan sambil menepuk bahunya penuh kasih.

Dari kota, tim  Ai Xin meluncur ke daerah Sungai Jawi Dalam. Tiba di sebuah rumah sederhana yang terletak di ujung Gang Hasiah, untuk memberi kasih sebesar Rp3.000.000. Kepada Eka Trisnawati, janda tanpa nafkah beranak satu, berusia 34 tahun yang menderita sakit paru-paru. Semua prihatin melihat wanita muka pucat dan sangat kurus yang tanpa mendapat penanganan medis ini.

 “Ibu Eka, kami mendapat info anda sedang sakit dan butuh bantuan, semoga kasih  dan kepedulian tulus antar sesama saudara ini bisa bantu ibu. Periksalah ke dokter, agar ibu bisa cepat sembuh, uruslah BPJS agar bisa ringankan beban dalam berobat. Hubungilah kami jika ada kebutuhan mendesak,” tutur bendahara tim Tan Lie hun saat menyerahkan bantuan.

Ibu Eka yang tampak jauh lebih tua dari usianya itu tidak mampu menahan air mata. Keharuaan sambil tak henti-henti memnanjadkan doa dan ucapkan terima kasih dengan suara lemah.** 

Berita Terkait