Karyawan Koperasi Dikeroyok

Karyawan Koperasi Dikeroyok

  Selasa, 22 March 2016 09:17
KEROYOK: Arifin menunjukkan laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan yang dialaminya kemarin.

Berita Terkait

SINGKAWANG—Arifin Simbolon salah satu pegawai koperasi simpan pinjam dikeroyok karena akan membawa kabur uang koperasi. Dia dihajar bosnya beserta anak buahnya hingga dirinya babak belur.

“Saya sudah laporkan masalah ini ke Polres Singkawang. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu,” ungkap Arifin saat ditemui di rumah RT 27 RW 7 Keluarahan Roban Senin (21/3) kemarin.

Berawal kisah di hari Minggu (13/3). Ia meluangkan waktu mengisi libur. Akhirnya pulang sekitar 10.00 malam. Kejadian ini membuat bosnya tidak senang.

“Dari saya pulang malam waktu itu saya terus dimaki-maki,” katanya. Lalu Arifin tetap bekerja. Kamis (17/3), Ia menagih tagihan koperasi ke nasabah Rp 8,7 juta, dan menggadaikan motor koperasi Rp 3 juta.

Dengan bekal uang itu ia pergilah ke Pontianak dengan maksud pulang ke kampung halaman ke Medan, Sumatera. Tak sempat berangkat, di bandara Supadio ia sudah diciduk oleh bos dan anak buahnya. Lalu dibawa ke pos polisi terdekat, disana tanpa panjang lebar ia dan bosnya masuk mobil Damri menuju ke Singkawang. “Di bus ini saya dipukuli, supir bus sempat melarang, namun bos saya terus memukul. Saat itu kondisi bus agak kosong,” katanya. Bahkan Arifin sudah siap bertanggung jawab atas perbuatannya, namun tetap saja pemukulan dialaminya. Selain itu ia mendapat intimidasi berupa ancaman dibunuh.

"Kalau tak ada uang ini hari ini kau kubunuh," ujar Arifin menyadur pembicaraan RM. Bagian kepala, wajah hingga hidung berdarah dialami Arifin, tak cukup, ia disekap di Jalan Sungai Barito Perum Roban Kantor Koperasi RBM, itu. Tangannya diikat dilantai dua dimana ikatan tangannya bertumpu pada tiang tangga. “Saya disandera, ditonjok bahkan dipukul pakai kursi plastik, saya dipukuli, ada empat orang termasuk bos saya,” katanya. Berontak, ia sempat kabur, namun kembali tertangkap. “Saya kembali dipukuli mulai sore sekitar pukul 16.00 wib dan pukul 17.00 wib kembali tertangkap dibawa ke kantor koperasi hingga malam sekitar pukul 20.00 wib,” katanya.

Yang jelas, kata dia, kejadian ini membuatnya tak berdaya dengan pukulan yang terus dialaminya. Akhirnya Jumat (18/3) ia memutuskan lapor kepada polisi terkait penganiayaan ini.

Sebelum laporan, kata Asmadi Ketua RT 27 RW 7 Kelurahan Roban, korban sempat lari ke sebuah masjid sekitar RT yang dipimpinnya, dengan sehelai baju dan celana dipakainya. Karena jamaah masjid curiga, ada lapor polisi lalu korban dibawa anggota polisi. Tanpa ragu Asmadi menanyakan persoalan itu ke polisi yang membawa korban dan mengenal korban. “Saya sarankan ke polisi yang membawa Arifin agar tak dibawa ke tempat bosnya khawatir terjadi apa-apa,’ katanya. Akhirnya arifin sementara waktu menginap di rumah Asmadi.

“Kebetulan sewaktu kejadian saya ke roban, dan memang melihat si korban ini dipukuli, makanya sewaktu anggota patroli membawa Arifin saya mengenalinya,” katanya. Bahkan tidak hanya dirinya, kata dia, sejumlah warga pun melihat aksi pemukulan yang dialami Arifin.

Sementara itu, Kakak korban, Nengsih (31), yang datang dari Kalimantan utara marah besar akibat perlakuan yang dialami adiknya. “Jika memang adik saya bersalah bukan begini caranya, laporkan saja ke polisi dan biarlah polisi menanganinya sesuai aturan begini,” katanya.

Jika adiknya salah, kata Nengsih, dirinya tidak membenarkan apalagi membela meski dipenjara asalkan dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya pihaknya tidak masalah. “Ini adik saya dipukuli, diikat dan disekap seperti binatang saja. kami sudah lapor polisi semoga ditindaklanjuti,” katanya. Negsih juga membenarkan bahwa RM ada menelpon, namun kata-kata enak disampaikan RM bos adiknya ke dirinya cukup menyakitkan hati. “Ada menelpon saya dibentak dan dimaki, bahkan minta nomor HP orang tua saya yang kebetulan baru keluar rumah sakit, saya katakan percuma menelpon orangtua saya, saya kakaknya apapun akan saya mewakili persoalan adik saya,” katanya. Ia meminta agar kasus yang menimpa adiknya bisa segera ditindaklanjuti kepolisian setempat. (har)

Berita Terkait