Kartius—Pensong Jalur Independen, Bagaimana Peluangnya

Kartius—Pensong Jalur Independen, Bagaimana Peluangnya

  Minggu, 29 Oktober 2017 16:09

Berita Terkait

PONTIANAK—Kartius, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat sudah mendeklarasikan diri maju pada Pemilihan Gubernur –Wakil Gubernur Kalbar bersama pasangannnya Pensong, pengusaha Kalbar ini. Majunya Kartius-Pensong, melalui jalur perseorangan (independen) akan meramaikan pesta demokrasi pada Jui 2018 mendatang. Lantas bagaimana peluang keduanya ?
Pengamat Politik Kalbar, lulusan Master Politik IOWA Amerika Serikat, Ireng Maulana menyampaikan bahwa ketika pasangan ini sudah mendeklarasikan diri, maka persiapan berlaga pada Pilgub Kalbar tahun 2018, artinya tak bisa ditawar-tawar lagi. Dalam pertarungan politik tentu saja mereka tak mau kalah dan ingin menang terpilih bersama suara rakyat.  ”Jadi, saya ucapkan selamat datang dan bertarung. Harapannya kepada KPU Kalbar dapat memuluskan pasangan Kartius-Pensong. Sebab KPU nantinya akan menjadi penyeleksi sah atau tidaknya kedua pasangan ini,” ucapnya Minggu (29/10) kepada Pontianak Post.  
Menurutnya kehadiran Kartius-Pensong melalui jalur independen pada perhelatan  Pilgub Kalbar tahun 2018 patut diapresiasi.  Pertama, mereka dapat memastikan bahwa pilgub 2018 tidak perlu calon tunggal dan ini baik bagi perkembangan demokrasi di Kalbar. “Opsi pasangan akan menjadi beragam dari sisi kepentingan. Banyak pilihan bagi masyarakat untuk suksesi kepemimpinan Kalbar periode berikutnya,” kata dia.
Majunya Kartius-Pensong juga membuktikan bahwa Pilgub tahun 2018 tak hanya milik kandidat dari partai politik, namun terbuka lebar bagi pasangan yang tak dilirik partai politik peserta pemilu. Pada kepentingan ini, pasangan jalur independen memiliki position sendiri di mata para pemilih potensial. 
Sebagaimana diketahui bahwa dukungan Pilgub Kalbar, cukup kental dengan politik identitas dalam 10 tahun terakhir. Maka dari itu, majunya pasangan jalur independen ini nyaris mengurangi eskalasi kebencian, karena pertarungan Pilgub dalam skema parpol melawan pasangan independen akan berbeda. 
“Aromanya akan berbeda apabila berhasil lolos pada tingkat seleksi KPU,” ucapnya.(den)

Berita Terkait