Kapolres Minta Santri tak Percayai Berita Medsos

Kapolres Minta Santri tak Percayai Berita Medsos

  Senin, 21 May 2018 10:00
SOSIALISASI KE SANTRI: Kapolres, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik saat bersilaturahmi dengan santri dan santriwati di Kota Mempawah. WAHYU ISMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Tak dapat dipungkiri, aksi teror bom berdampak negatif terhadap citra umat Islam. Menepis beragam isu tersebut, jajaran Polres Mempawah bersilaturahmi dengan para santri di sejumlah pondok pesantren di Kota Mempawah, pekan lalu. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres, AKBP Didik Dwi Santoso, SIk.

Dalam kesempatan itu, Kapolres beserta jajaran perwira Polres Mempawah berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin dan Pesantren Khairul Ullum di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Kehadiran Kapolres disambut antusias oleh pengurus ponpes dan ratusan santri serta santriwati. “Kunjungan kami ke pesantren di Kota Mempawah untuk mempererat silaturahim. Sesama muslim, kita bersaudara dan harus senantiasa mempererat silaturahmi,” kata Didik.

Dalam kesempatan itu, Didik pun mengungkapkan perkembangan situasi terkini yang berkaitan dengan berbagai permasalahan di masyarakat. Salah satunya maraknya aksi teror bom di beberapa wilayah di Indonesia. “Pelakunya ini adalah jaringan terorisme, bukan bagian dari umat Islam. Perbuatan ini dilakukan oknum tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan syariat Islam,” sesal Kapolres.

Tujuannya, menurut Kapolres untuk memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI khususnya harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama. Sebab, selama ini kerukunan hidup beragama di Indonesia sudah tercipta dengan baik. “Maka tugas kita memelihara harmonisasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Mempawah agar tidak terprovokasi dengan kejadian-kejadian diluar sana,” pinta Kapolres.

Karena itu, Kapolres mengingatakan umat Islam khususnya para santri dan santriwati beserta jajaran pengurus pondok pesantren agar tidak terprovokasi dengan beragam informasi hoax yang menyesatkan. Karena, penyebaran informasi hoax merupakan salah satu cara oknum tidak bertanggungjawab untuk mempengaruhi masyarakat. “Khususnya berita-berita di media sosial jangan mudah dipercaya. Sebab, banyak sekali berita hoax yang disebar melalui media sosial. Kita harus teliti dalam menerima informasi di media sosial,” pesannya.

Masih dalam suasana silaturahim itu pula, Kapolres memberikan kesempatan kepada para santri dan santriwati yang memiliki niat untuk melayani dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Yakni dengan bergabung bersama institusi Kepolisian. “Jika ada santri dan santriwati yang berminat menjadi Anggota Polri, silahkan persiapkan diri sejak dini. Terutama persiapan fisik dan mental harus dijaga agar dapat menjadi Anggota Polri yang profesional. Ketika nanti ada penerimaan, segera daftarkan diri dengan melengkapi syarat-syaratnya,” pungkas Kapolres.

Usai berdialog dengan pengurus dan santri Pesantren Riyadhus Shalihin, Kapolres dan rombongan menyambangi Pesantren Khairul Ullum Pimpinan Ust H Madzuhri. Kapolres pun menyerahkan sejumlah bantuan berupa karpet dan sembako untuk mendukung aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren. (wah)

Berita Terkait