Kapolda Pantau Arus Mudik di Supadio

Kapolda Pantau Arus Mudik di Supadio

  Selasa, 12 June 2018 10:00
PANTAU MUDIK: Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono memantau langsung jalannya arus mudik di Bandara Internasional Supadio Pontianak, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Penumpang Meningkat 20 Persen

PONTIANAK – Menjelang Idulfitri tahun ini, jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Supadio Pontianak meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, peningkatannya mencapai 20 persen.

"H-7 kemarin atau sampai Jumat hari ini, rata-rata total pesawat 110 pesawat. Itu yang on schedule, ditambah lagi enam rute extra flight," kata General Manager Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, Jon Muhtar Rita, Senin (11/6).

"Semuanya meningkat. Untuk penerbangan luar negeri rata-rata 10-15 persen peningkatannya," ungkap dia. 

Sementara itu, untuk melihat kesiapan PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak dalam melayani arus mudik Lebaran 2018, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono langsung melakukan pemantauan ke bandara, kemarin.

"Kita lihat kesiapan Bandara Supadio Pontianak, mulai dari keterpaduan 19 instansi yang menangani mudik lebaran ini, baik yang datang ke Kalbar maupun yang meninggalkan Kalbar," katanya.

Terkait dengan harga tiket penerbangan, berdasarkan pemantauan pihaknya, tarif tiket sudah mengikuti apa yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan. 

"Tadi kita sudah dengar sendiri dari masing-masing maskapai menyampaikan kepada kita, harga batas bawah dan harga batas atas," jelasnya. 

Dalam sidak ini Kapolda Kalbar tidak hanya memantau kesiapan dan keamanan Bandara Supadio, tetapi juga menemui sejumlah calon penumpang yang menunggu di ruang tunggu bandara. 

"Tadi kita juga langsung menemui calon penumpang, saya tanyakan langsung terutama berapa harga tiket, ternyata sudah sesuai dengan aturan," terangnya.

Kemacetan Menurun

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, puncak arus mudik 2018 awalnya diprediksi 9 atau 10 Juni. Ternyata hingga saat ini belum terjadi puncak arus mudik. Sangat mungkin libur panjang membuat masyarakat bisa memilih waktu mudik. ”Arus mudik bisa terbagi,” jelasnya.

Menurut dia, tak ada kemacetan parah hingga berjam-jam selama beberapa hari arus mudik. Dari pantauan udara yang dilakukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, arus mudik dari arah Jakarta ke Jawa Tengah lancar. ”Hanya ada kepadatan biasa,” paparnya.

Dia menuturkan, saat ini prediksi puncak arus mudik cukup susah dilakukan. Sebab, semuanya telah terurai menuju daerah masing-masing. ”Kalau puncak itu kan jumlah kendaraannya ekstrem. Ini belum ada,” ujarnya. Mungkin sebagian besar pemudik saat ini telah tiba di tujuan. Dengan begitu, prediksi waktu rawan telah terlewati. ”Namun, pemantauan terus berlangsung,” tambah mantan Wakabaintelkam tersebut.

Di sektor udara, menurut data posko angkutan Lebaran terpadu Kementerian Perhubungan, mulai Minggu (10/6) pukul 08.00 hingga kemarin pukul 08.00, terdapat 17.077 penerbangan. Untuk penumpang yang diangkut, jumlahnya 2.231.041 orang.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi mengungkapkan, libur panjang membuat penyebaran waktu mudik lebih banyak. ”Sehingga tidak ada kesan berdesak-desakan. Perjalanan darat juga bagus. Tidak ada macet,” ungkapnya kemarin. 

Dari segi keamanan pesawat, jajaran Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan ramp check sebanyak 1.026 pemeriksaan terhadap 468 pesawat maskapai nasional (beregistrasi PK). Jumlah pemeriksaan sebanyak itu dilakukan mulai 1 Mei hingga 9 Juni. ”Dari hasil ramp check, semua pesawat layak terbang,” sambung Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.

Kementerian Perhubungan juga memelototi harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji menindak tegas maskapai yang menjual tiket melebihi tarif batas atas yang telah ditentukan. Tindakan yang diambil berupa peringatan hingga penutupan rute. ”Untuk harga tiket sebenarnya tidak ada airline yang menaikkan secara langsung. Yang terjadi adalah vendor atau paket-paket wisata menjual dengan cara menambahkan biaya-biaya tertentu,” ujar Budi di Bandara Halim Perdanakusuma kemarin. (arf/jpg)
 

Berita Terkait