Kanwil DJP Berdialog di Yayasan Bhakti Suci

Kanwil DJP Berdialog di Yayasan Bhakti Suci

  Rabu, 20 March 2019 10:40
FOTO BERSAMA: Kakanwil DJP Kalbar dan jajaran bersama pengurus YBS dan pengurus AKP2I Kalbar. ISTIMEWA

Berita Terkait

Memperkuat Peran Konsultan Pajak

PONTIANAK - Farid Bachtiar, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat beserta jajarannya berkunjung dan berdialog bersama pengurus Yayasan Bhakti Suci Pontianak di sekretariatnya, Jl Gajahmada Pontianak, Selasa pagi (19/3). Setelah itu, Kakanwil beserta jajaran berdialog bersama konsultan pajak dalam forum pajak dan Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Kalbar.

“Kami apresiasi dan sambut baik, kehadiran Kakanwil DJP Kalbar dan jajarannya di Yayasan Bhakti Suci. Pajak ini sangat penting. Kita, orang Indonesia, wajib bayar pajak. Karenanya, kami senang menerima pak Kakanwil dan rombongan,” ujar Tjioe Kui Sim (Hasim), Ketua YBS.

Terkait rencana untuk melakukan dialog rutin dalam rentang 2-3 bulan sekali, pihaknya menyambut baik. “Sebagai wajib pajak, kita perlu menjalankan kewajiban untuk negara lebih maju. Kami juga akan menghimbau yayasan dan para pengusaha untuk ikut serta jika ada pertemuan dengan DJP. Jadi hal-hal yang bagi kita masih tidak jelas, bisa langsung ditanyakan,” kata Hasim.

Sementara itu, Kakanwil DJP Kalbar menyampaikan, melalui pertemuan tersebut, pihaknya ingin berdialog lebih intensif. “Selain pendekatan normatif, kami juga lakukan pendekatan seperti ini. Harapannya, lebih bersifat kekeluargaan, mendekati permasalahan, dan menjemput bola masalah. Kami bisa mendorong, bagaimana kebijakan DJP bisa disampaikan pihak YBS dalam komunitasnya. Dalam YBS banyak pula pengusaha, sehingga pertemuan tersebut membantu DJP melakukan pendekatan lebih mendalam,” jelasnya.

Selain menjemput bola permasalahan wajib pajak, pihaknya juga ingin memperkuat peran intermediaris (konsultan pajak) di Kalbar. Ia juga akan melakukan pembentukkan konsorsium konsultan pajak di Kalbar.

“Konsultan pajak yang ada harus menjalankan ketentuan aturan yang kita rumuskan bersama. Anggota harus tertib, ada kode etik, SOP, dan lain sebagainya. Melalui ini harapan kami, kualitas konsultan pajak lebih baik, kepercayaan wajib pajak meningkat, otomatis tingkat kepatuhan pembayaran pajak mengalami peningkatkan dan lebih baik,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Pengda AKP2I Kalbar, Arief Sapta Wendrianto menyampaikan, pihaknya merangkul semua pihak yang ingin memahami lebih dalam terkait perpajakan. “Kami terbuka dengan siapa saja yang ingin bergabung dengan AKP2I, baik dari pensiunan pegawai pajak, akademisi, konsultan pajak, dan sebagainya. Semua lapisan kami sambut baik. Kami siap mendukung kerja DJP dalam membina wajib pajak awam. Ini agar mereka semakin paham terkait perpajakan, sehingga tingkat kepatuhan sebagai wajib pajak pun semakin tinggi,” katanya.

AKP2I Kalbar telah bekerjasama dengan Kanwil DJP Kalbar dan Politeknik Negeri Pontianak dalam pelaksanaan pendidikan Brevet AB. Sudah tiga angkatan kursus Brevet AB yang berjalan dengan tim pengajar dari DJP, Polnep, dan AKP2I.

“Melalui kursus ini, kita bisa upgrade kemampuan dan pengetahuan perpajakan. Kami juga sudah MoU dengan IKADIN Pusat, terkait masalah perpajakan dan hukum di Indonesia,” tutupnya. (*)

Berita Terkait