Kantor DPRD Gowa Dibakar, Dua Legislator Dievakuasi Lewat Jendela

Kantor DPRD Gowa Dibakar, Dua Legislator Dievakuasi Lewat Jendela

  Selasa, 27 September 2016 09:30
Sisa Api: Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api saat kebakaran di kantor DPRD Kabupaten Gowa, Senin, 26 September. Kebakaran yang menghanguskan sejumlah fasilitas kantor DPRD Kabupaten Gowa tersebut sengaja dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kerajaan Gowa saat berunjuk rasa menolak Perda tentang penataan Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa. YUSUF WAHIL/FAJAR/JPG

Berita Terkait

GOWA - Ratusan massa kontra peraturan daerah (Perda) Lembaga Adat Daerah (LAD) berunjukrasa, merusak hingga membakar kantor DPRD Gowa, Senin (26/9). Akibatnya, sejumlah anggota dewan beserta staf kantor perwakilan rakyat Gowa tersebut dievakuasi lewat jendela.

Massa yang mengenakan atribut kain merah di bagian kepala tersebut bergerak dari arah Balla Lompoa sekitar pukul 13.30 WITA. Sesampainya di depan Kantor DPRD Gowa Jalan Masjid Raya Sungguminasa, massa menyampaikan aspirasi tentang penolakan Perda LAD tersebut dan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengrusakan brangkas penyimpanan pusaka kerajaan Gowa.

Pukul 14.05 wita, puluhan pengunjukrasa memasuki bangunan kantor DPRD Gowa dan merusak seluruh jendela kantor. Mereka mencari anggota pansus LAD, namun tidak ditemui sehingga massa membakar ruang paripurna di lantai dasar.

Usai membakar ruang paripurna dan sejumlah ruangan, massa juga merusak mobil yang terparkir di pelataran kantor DPRD Gowa. Usai membakar massa kembali melanjutkan orasi dan memblokir jalan akses menuju kantor DPRD Gowa dengan membakar ban bekas di bahu jalan. Akibatnya, mobil pemadam kebakaran tidak mendapatkan akses menuju kantor dewan tersebut.

Sehingga, api cepat menjalar keseluruh ruangan dan menghanguskan seluruh isi ruangan. Pemadam baru bisa memadamkan api setelah pihak kepolisian melakukan negosiasi untuk membuka jalan. Tiga unit pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi barulah api bisa padam yang berlangsung sekitar dua jam.

Berdasarkan keterangan saksi, Rais (43) salah satu Satpol PP, setelah berorasi, massa memasuki gedung DPRD dan meledakkan petasan sehingga seluruh staf kocar kacir melarikan diri melalui pintu belakang dan jendela samping.

"Setelah meledakkan petasan, mereka bakar ruang paripurna, ada juga yang ke lantai dua bawa botol (isi bensin) saya lihat," katanya.

Menurut Rais, ia tidak mampu berbuat apa-apa karena kalah jumlah dengan massa yang mengamuk. Sehingga ia dan rekannya Jupri berlari mengelilingi kantor dewan menyuruh seluruh penghuni gedung untuk meninggalkan ruangan.

Sementara itu, Salah satu Anggota DPRD Gowa, Muh Yusuf Harun bersama anggota dewan lainnya terpaksa dievakuasi melalui jendela samping kiri gedung lantai dua akibat tidak ada akses lain menuju lantai dasar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombespol Frans Barung Mangera yang berada di lokasi menjelaskan terkait terjadinya pengrusakan dan  pembakaran Gedung DPRD Gowa oleh orang yang takbertanggungjawab ini merupakan tindakan melanggar hukum karena telah melakukan pengrusakan fasilitas umum milik pemerintah. Ia juga mengatakan saat kejadian angggota polisi yang berjaga di kantor DPRD Gowa hanya berjumlah empat orang saja. 

Selain itu petugas tidak mendapatkan informasi kalau akan ada massa yang ingin berunjuk rasa di DPRD, hanya mendapatkan informasi akan ada aksi di kawasan Istana Ballalompoa, sehingga titik pengamanan terfokus pada kawasan Balllompoa. Itu berarti massa yang melakukan aksi perusakan dan pembakaran tidak meminta izin dari pihak kepolisian akan melakukan aksi unjuk rasa.

"Kita akan menindak tegas pelakunnya, kami juga sudah mendapatkan beberapa barang bukti, salah satunya adanya rekaman CCTV yang ada di dalam dan luar ruangan DPRD Gowa," kata Frans Barung.

Sementara itu Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono juga berada di TKP mengatakan, polisi saat ini telah  melakukan pengejaran terhadap para pelaku perusakan dan pembakaran Kantor DPRD Gowa. Para pelaku juga terekam CCTV saat melakukan aksinya.

“Tim telah melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengrusakan dan pembakaran. Pokoknya kita akan tindak tegas pelaku perusakan dan pembakaran ini” kata Gatot Eddy Pramono.

Gatot Eddy Pramono juga menyebutkan, terkait peristiwa ini pihaknya pun akan menunggu hasil Labfor Mabes Polri Cabang Makassar, untuk mengetahui secara persis para pelaku merusak dan membakar kantor dengan menggunakan alat apa. Selain itu pihak kepolisian juga telah mengamankan beberapa barang bukti.

“Kita tunggu hasil Labfor untuk mengetahui pembakaran ini menggunakan apa?” tambahnya. (jpg)

Berita Terkait