Kantor Baru Disdukcapil Memprihatinkan

Kantor Baru Disdukcapil Memprihatinkan

  Senin, 21 March 2016 08:39
MEMPRIHATINKAN: Kepala Disdukcapil Kabupaten Kayong Utara, Roni Iswandi, memperlihatkan bagian bangunan di instansi yang dipimpinnya, sudah mulai terlihat rusak, padahal belum lama ditempati. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kayong Utara Roni Iswandi mempertanyakan kelayakan bangunan gedung baru Disdukcapil yang belum lama mereka tempati. Pasalnya, untuk bangunan yang baru ditempati mereka pada Februari 2016 tersebut, kini sudah banyak mengalami kerusakan. Bahkan, dia juga mengungkapkan, sketsa gambar dengan bangunan aslinya juga mengalami banyak perbedaan.

“Bangunan ini belum lama ditempati, tapi bisa dilihat sendiri beberapa bangunan sudah mengalami kerusakan. Dari deknya sudah ada yang ambruk, padahal belum kami tepati. WC di lantai atas tidak dapat digunakan karena merembes ke bawah,” kata Roni, memperlihatkan kondisi bangunan tempat mereka bekerja, Jumat (18/3). Bahkan, dia juga menyoroti bagaimana gambar sketsa bangunan ternyata berbeda dengan realisasinya. “Sebenarnya di depan itu ada konsol, ini rata saja depannya, warna juga tidak polos warna putih gini saja,” kata dia.

Mengenai dana pembangunan gedung baru ini, diungkapkan dia, berasal dari jerih payahnya. Dia menceritakan, bagaimana dulu mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat. Mereka mendatangi Direktur Jenderal Pusat Badan Anggaran (Banggar). Dari sana, mereka memperoleh bantuan berupa pembangunan gedung baru. Akhirnya, dia mengungkapkan bagaimana pada 2014, mereka telah mendapatkan bantuan dan dikerjakan dengan 2 tahap. Namun, dia menyayangkan, pada kenyataannya bangunan yang dibangun sangat tidak sesuai dengan harapan. 

“Barang ini, RAP-nya saya yang bawa ke Jakarta, anggaran ini dari pusat, dari pusat dapat 4 miliar (rupiah). Kami yang minta ke Dirjen Banggar di Jakarta. Yang menjadi pertanyaan kita, kualitas dari bangunan, dengan anggara lumayan besar, seharusnya kualitasnya baik, namun ini (bangunan) tidak sesuai yang kita harapkan,” sesal Roni.

Menanggapi persoalan ini, Disdukcapil sendiri telah melapor secara tertulis ke Bupati Kayong Utara. “Sudah ada informasi dari mereka (pelaksana, Red) untuk menyelesaikan. Cuma kami bilang tidak hanya memperbaiki yang rusak saja, namun yang tidak sesuai gambar juga harus dibuat. Karena kalau melihat dari gambar, bangunan ini sangat bagus,” harapnya.

Bahkan, dia menggambarkan bagaimana pada lantai atas, tedapat beberapa tempat yang tidak diberi pagar. Untuk sementara waktu, Roni mengungkapkan bahwa mereka terpaksa hanya memberi batas dengan lemari, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Bahkan, dia menyayangkan, beberapa WC pada bangunan tersebut sudah tidak dapat digunakan, karena merembes ke lantai bawah apabila digunakan.

Sementara itu, ketua Pengawal Pelaksana Pembangunan Kabupaten Kayong Utara, Abdul Rani, mengungkapkan tidak sedikit pembangunan yang ada di Kayong Utara ini, tak sesuai mutu. Hal tersebut, menurutnya, disebabkan lemahnya pengawasan dari konsultan pengawas dan Pejabat Pelaksana Teknis Pekerjaan (PPTK), sehingga terjadi bangunan yang tidak sesuai mutu.

“Kita harapkan kepada PPTK, tugas konsultan pengawasnya bagaimana? Ini kan banguan belum juga satu tahun sudah rusak,” terang Rani.

Akibat kerusakan ini, dia menambahkan, pemerintah daerah terpaksa memperbaiki bangunan tersebut. Alhasil, dia mengungkapkan, uang yang ada habis untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak saja. Padahal, menurutnya, saat ini banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang tersebut, daripada memperbaiki bangunan yang rusak.

“Jika ini dibiarkan, ini yang membuat uang daerah habis untuk merehap-rehap bangunan yang rusak. Kami melihat banyak bangunan-bangunan yang di Kayong ini yang kualitasnya kurang,” sesalnya. (dan)

Berita Terkait