Kampung Beting Membara, Belasan Rumah Diamuk Si Jago Merah

Kampung Beting Membara, Belasan Rumah Diamuk Si Jago Merah

  Jumat, 22 March 2019 09:18
TERBAKAR: Kobaran api melahap belasan rumah warga di Jalan Tanjung Raya I, Kampung Beting, Gang Stabil RT 02/RW 12, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kamis (21/3) malam.

Berita Terkait

PONTIANAK - Kebakaran hebat terjadi di Jalan Tanjung Raya I, Kampung Beting, Gang Stabil RT 02/RW 12, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kamis (21/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sedikitnya ada belasan rumah yang menjadi korban amukan api. 

Ketua RT setempat yang rumahnya turut terbakar parah, Iskandar mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.45.  Hanya beberapa saat sebelum azan Isya berkumandang. Iskandar tidak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab kebakaran ini. Saat kejadian, ia sedang berada di dalam rumah.

"Saya sedang di dalam. Tiba-tiba tetangga ribut teriak kebakaran. Saya pun ikut panik. Kalau penyebab pasti saya belum tahu. Ada yang bilang karena sambaran lilin tapi ada juga yang bilang ada orang yang membakar, namanya Yus. Orang sini tahu dia itu agak stress. Tapi kita tidak tahu pasti apakah memang dia pelakunya atau bukan," ungkap Iskandar saat ditemui di tempat kejadian.

Setelah mendengar ribut-ribut soal kebakaran, Iskandar kemudian keluar rumah. Ia melihat api sudah berkobar sedemikian besar dan membakar rumah yang berada tak jauh dari kediamannya. Iskandar yang kala itu panik lantas bergegas masuk kembali ke dalam rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang berharga. 

"Tak banyak yang bisa diselamatkan karena lampu saat itu mati sejak maghrib. Barang yang bisa diselamatkan hanya surat rumah saja. Kalau lainnya, seperti ijazah anak-anak dan sebagainya, tak ada yang bisa diselamatkan," ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat dan sehat walafiat. Ia memperkirakan rumah yang terbakar parah mencapai delapan unit, dan ada beberapa yang mengalami rusak ringan. 

"Kita pun belum tahu pasti. Kira-kira ada delapan yang rusak parah. Lima rumah bagian depan sudah jelas yang paling parah. Belum lagi di belakang yang terkena sebagian," timpal Ketua RT 2/RW 12 itu.

Pasca kebakaran ini, Iskandar mengaku belum terpikir untuk mencari tempat menginap sementara, apalagi untuk jangka panjang. Rumah yang ditinggalinya tersebut merupakan rumah peninggalan orang tuanya. Ia berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk para korban, terlebih keluarga yang kehilangan tempat tinggal. 

"Dari lahir saya sudah tinggal di sini, dibesarkan oleh orang tua juga di sini. Jadi, tak ada pikiran mau kemana sehabis ini," ujarnya. 

Sementara itu, Usman, petugas pemadam PPKS mengaku menerima informasi kebakaran ini tepat pada pukul 18.45. Ia dengan rekan-rekannya pun langsung menuju ke lokasi guna melakukan pemadaman. Sesampainya di tempat kejadian, mereka mendapati api sudah sangat besar dan melahap habis lebih dari lima rumah.

Selama upaya pemadaman, tidak ada kendala berarti yang dihadapi petugas. Hanya sempitnya jalan masuk ke lokasi dan ramainya kerumunan warga yang membuat gerak petugas pemadam sedikit terhambat.  

"Untuk sumber air tidak masalah, karena di lokasi ada aliran dari Sungai Kapuas, jadi tidak ada kendala sama sekali. Hanya saja akses masuk ke lokasi yang sempit ditambah warga yang berkerumun membuat kita tak bisa lewat dan sulit ke tempat yang terbakar," keluh Usman.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menjinakkan api. Usman memperkirakan sedikitnya ada sepuluh rumah yang menjadi korban. Sedangkan untuk penyebab kebakaran, ia juga belum tahu. "Untuk kronologis sementara kita belum dapat berita. Informasi dari warga, ada orang gila yang membakar. Ada juga yang bilang lilin, jadi kita belum tahu," ujarnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan telah mendapat informasi bahwa sumber api berasal dari sebuah rumah warga yang penghuninya diduga mengalami gangguan jiwa. Dia juga membenarkan adanya penahanan sementara terhadap terduga pelaku pembakaran yang bernama Yus. 

Terduga diamankan di Polsek Pontianak Timur guna dimintai keterangan. Didi mendapat informasi bahwa pelaku memiliki latar belakang ketergantungan terhadap obat-obatan. Menurutnya, masalah ini akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas. 

Selain itu, Didi juga mengatakan telah mendapat arahan dari Wali Kota Pontianak untuk mendata korban dalam peristiwa kebakaran hebat ini untuk diberikan bantuan. “Tadi laporan sementara yang rusak parah ada delapan unit. Tujuh di antaranya sangat parah tak tersisa sementara satu lagi kemungkinan masih ada sisa,” ujarnya.

Namun, Didi mengaku belum mengetahui jenis bantuan yang akan diberikan oleh Pemkot Pontianak. (sig)

Berita Terkait