Kalimantan Jadi Pulau Modern Broadband Pertama, Wujudkan Desa Mandiri Di Kalbar

Kalimantan Jadi Pulau Modern Broadband Pertama, Wujudkan Desa Mandiri Di Kalbar

  Jumat, 10 May 2019 16:31

Berita Terkait

PONTIANAK--Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji bersama Direktur Network & IT Solution PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Zulhelfi Abidin dan Direktur Consumer Service  PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Siti Choiriana meresmikan Kalimatan sebagai Modern Broadband Island di Kantor Telkom, Jalan Teuku Umar, Kamis (9/5).

Gubernur Kalbar menyambut baik dengan hadirnya Modern Broadband Island di Provinsi Kalimantan Barat bisa memperkuat jaringan internet dan telekomunikasi yang ada di Kalbar. Selain itu juga bisa membantu Pemerintah Provinsi dalam tata kelolah pemerintahan yang lebih cepat, dan transparan serta lebih murah sehingga adanya efisiensi dalam anggaran.

"Untuk peningkatan SDM juga bisa kita lakukan melalui media internet, saya sangat menyambut ini. Apalagi ada wacana untuk pemidahan ibu kota negara di kalimantan sehingga infrastruktur telekomunikasi di pulau kalimantan sudah siap semuanya," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji.

Tak hanya itu, dirinya menambahkan, dengan hadirnya Modern Broadband Island bisa membantu terciptanya desa mandiri yang ada di kalbar. 

"Desa mandiri kita ada 2031 desa, saya yakin baru terakses internet itu baru 30 persen, dengan ini Modern Broadband kita bisa mempercepat namun kita minta juga BTS jaringannya untuk segera di sebar. Agar bisa memback up yang dipinggiran dan sudah memiliki jaringan cukup baik supaya pemerataan di seluruh Kalbar tidak hanya di spot-spot tertentu saja," tegasnya.  

Ditempat yang sama Direktur Network dan IT Solution PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengungkapkan Dengan infrastrktur fiber optic tersebut, masyarakat dapat menikmati akses internet dengan bandwidth hingga 100 Mbps. Proses pembangunan Fiberisasi pelanggan yang menggantikan kabel copper ke Fiber menggunakan teknologi FTTH ( Fiber To The Home ). Telkom di Kalimantan  telah menggelar lebih dari 23.114  Km kabel akses berupa kabel Feeder dan Distrubusi ke arah pelanggan Indihome dan menyediakan sebanyak 680 ribu port untuk pelanggan.

“Seluruh wilayah di Pulau Kalimantan saat ini telah dilayani dengan kabel fiber optic, meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimatan Utara. meliputi 56 Kabupaten dan Kota sudah terjangkau Optik,” ujar Zulhelfi Abidin.

Untuk mendukung uplink yang menghubungkan  antar daerah di Kalimantan serta ke Luar pulau Kalimantan, di bangun kabel backbone yang menghubungkan seluruh kota yang ada di Kalimantan. 

"Telkom telah membangun sepanjang 8.977 Km kabel darat dan 6.314 Km kabel laut. Khusus di Tahun 2018 sampai 2019  ini di Kalimantan, Telkom telah menyelesaikan Pembangunan FO IKK (Ibu Kota/ Kabupaten) di lokasi-lokasi terluar seperti di Kabupaten Malinau, Kabupaten Tanah Tidung, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Tanah Bumbu (Kotabaru) , Kabupaten Kapuas Hulu (Putusibau) dan Kabupaten Mahakam Hulu," jelasnya.

Disisi Kabel laut , juga telah di selesaikan pembangunan  Sistem Komunikasi Kabel Laut Indonesia Global Gateway (SKKL IGG) sepanjang 5.400 km yang menghubungkan sistem kabel laut South East Asia – United States (SEA-US) dan sistem kabel laut South East Asia-Middle East-Western Europe5 (SEA-ME-WE5) dan SKKL MATANUSA ( Makajang Tawau Nunukan Sangata  ) yang merupakan jalan untuk menjadikan Telkom sebagai Global Digital Hub yang menyediakan direct broadband connectivity antara kawasan Eropa, Asia dan Amerika sekaligus menjangkau hampir seluruh IKK di tanah air (458 IKK).

Telkom terus mendukung pembangunan dan digitalisasi bangsa melalui penyediaan infrastruktur dan konektivitas yang merata di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal serta mengakselerasi ekonomi digital Indonesia melalui penyediaan konektivitas dan infratruktur yang terintegrasi guna menunjang aktivitas sehari-hari dan membuka berbagai peluang ekonomi bangsa. 

Hal ini dibuktikan dari kesuksesan Telkom dalam meluncurkan Satelit Merah Putih pada tanggal 7 Agustus 2018 di Cape Carnaval Air Force Florida, Amerika Serikat. Selain itu, disisi seluler, Telkom melalui anak perusahaan nya Telkomsel terus memperkuat infrastruktur broadband berbasis teknologi 4G LTE dimana saat ini cakupan jaringan terluas dengan lebih dari 189 ribu BTS dengan 162 ribu pelanggan di akhir 2018. Telkom pun memiliki jaringan backbone berbasis serat optik sepanjang 161 ribu km, baik domestik dan internasional.

Peresmian Kalimantan Modern Broadband Island merupakan bagian dari road map plan modernisasi akses internet PT. Telkom di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu usaha untuk menambah jangkauan internet Fiber Optik Telkom. 

Menurut Zulhelfi, Telkom berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan internet yang terus meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas bandwidth yang dibutuhkan, serta memenuhi kebutuhan pemerintahan untuk menambah cakupan jangkauan internet di Kalimatan pada khususnya. 

Proses Modern Broadband dilakukan secara bertahap di Kalimantan, Dimulai dari Provinsi Kaltara yang merupakan Provinsi Full Fiber pertama tanggal 30 Agustus 2018 , di susul dengan provinsi yang lain seperti Kalbar ( 30 November 2018 ) , Kaltim ( 23 Maret 2019 ) , Kalsel ( 23 Maret 2019 ) dan di tutup oleh Provinsi Kalbar ( 1 April 2019 ).

Sementara ini, Telkom dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah membangun kerja sama dalam penyediaan layanan Astinet, Mangosky, VSAT, VPN IP dan Wifi Station. Untuk sektor pendidikan, telah terjalin juga kerjasama dalam penyediaan layanan bagi UNBK dan PPDB Online 2019. (humas pemprov)

Berita Terkait