Kali Ini Bottas Ogah Mengalah

Kali Ini Bottas Ogah Mengalah

  Senin, 18 March 2019 09:13
Angkat Tropi : Pembalap Mercedes Valtteri Bottas mengangkat tropi kemenangan setelah menjuarai F1 Australian Grand Prix di Albert Park Grand Prix Circuit, Melbourne (17/3). AAP/James Ross

Berita Terkait

Rebut 26 Poin di Seri Pertama

MELBOURNE – Valtteri Bottas pernah berikrar akan memperlakukan setiap balapan di musim ini seperti yang terakhir. Janji itu langsung terbukti kemarin. Di seri perdana Formula 1 2019. Pembalap Mercedes itu tampil sempurna sejak start, dan mencetak sejarah. Yakni pembalap pertama yang meraih 26 poin karena tambahan satu angka dari fastest lap.

Bottas sejatinya memulai lomba dari posisi kedua. Setimnya Lewis Hamilton, pemegang pole position, tidak melakukan start dengan baik. Sang juara bertahan gagal berakselerasi di detik-detik pertama selepas start. Bottas memanfaatkan kesalahan itu dan menyalipnya saat akan memasuki tikungan pertama.

Setelah itu Bottas terus memperlebar jaraknya dari Hamilton. Dia hanya kehilangan posisi pimpinan lomba saat melakukan pit stop pada lap 23. Tapi setelah Verstappen juga melakukan pit tiga lap berikutnya, Bottas kembali ke posisinya. ''Aku tidak tahu harus bilang apa. Ini adalah balapan terbaikku sepanjang karirku,'' ucap Bottas sesaat setelah finis.

Ini menjadi kemenangan pertama bagi Bottas sejak GP Abu Dhabi 2017. Ya, sepanjang tahun lalu, semusim penuh, Bottas tak sekalipun memenangi balapan. Padahal dia berada di tim terbaik. Sejumlah kemenangan di depan mata harus direlakan begitu saja karena Mercedes memintanya untuk memberi jalan kepada Hamilton melalui team order.   

Akibat sikap ''manutnya'' itu dia mendapat julukan wingman karena hanya dijadikan pembalap kedua di Mercedes. Pendamping Hamilton. Tentu saja pembalap Finlandia itu tak senang dengan julukan tersebut. Karena itu dia ingin membuktikan kemampuannya yang sebenarnya musim ini. ''Aku akan mengalahkan siapapun tahun ini,'' ujarnya sepekan sebelum balapan.

Mercedes menempatkan kedua pembalapnya di posisi 1-2. Hamilton harus bekerja keras untuk bertahan dari buruan Verstappen (Red Bull-Honda) di akhir-akhir balapan. Beruntung Verstappen melakukan kesalahan yang membuat mobilnya melebar dan kehilangan satu detik dari Hamilton.

''Ini adalah akhir pekan yang solid. Tapi aku hanya perlu memperbaiki cara start-ku agar lebih baik di balapan berikutnya,'' janji Hamilton. ''Aku sama sekali tidak punya masalah (dengan mobil), hanya kurang beruntung,'' imbuh pembalap Inggris itu. Belakangan, Mercedes menemukan ada kerusakan pada bagian floor mobilnya.

Di sisi lain, Verstappen memang tampil sangar. Debutnya dengan mesin Honda ternyata di atas ekspektasi banyak pihak. Momen krusial dari balapannya terjadi pada lap 31. Dia sukses menyalip Sebastian Vettel (Ferrari) di tikungan tiga untuk merebut podium terakhir.

Pembalap Belanda itu mengaku mesin Honda melompat jauh lebih baik ketimbang di seri pertama tahun lalu. Tentu yang dimaksud Verstappen adalah mesin Renault yang disematkan di Red Bull kala itu. ''Lompatan jauh dari tahun lalu dalam hal persaingan dengan top tim,'' yakin Verstappen.  

Dia juga tak merasa ada yang berbeda di balapan kemarin ketika rekan satu timnya bukan lagi Daniel Ricciardo. Putra Jos Verstappen itu merasa nyaman bersama teman barunya, Pierre Gasly Sayang Gasly gagal finis di 10 besar. Pembalap Prancis itu tak mampu menandingi Daniil Kvyat (Toro Rosso-Honda) yang di atas kertas levelnya di bawah dia. Gasly finis di urutan 11, satu setrip di bawah zona poin.

Renault, yang diharapkan bersinar melebihi Red Bull musim ini, justru tampil jeblok. Bintang tuan rumah Ricciardo gagal finis setelah mobilnya rusak akibat insiden yang menghancurkan sayap depannya di lap pembuka. Meski bisa meneruskan balapan setelah mengganti sayap, Ricciardo akhirnya retired karena kerusakan mobilnya menjadi lebih parah. Sedangkan rekan setimnya, Nico Hulkenberg, harus puas finis ketujuh di bawah pembalap Haas-Ferrari Kevin Magnussen. (*/na)
 

Berita Terkait