Kalbar Layak Terapkan Teknologi Pertanian Digital IR 4.0; Jaringan Kambyan Gandeng Universitas

Kalbar Layak Terapkan Teknologi Pertanian Digital IR 4.0; Jaringan Kambyan Gandeng Universitas

  Selasa, 9 July 2019 20:52
FORO BERSAMA : Jaringan Kambyan berfoto bersama para doktor fakultas pertanian dan teknik dari universitas Tanjungpura dan Panca Bakti Pontianak, dalam sebuah seminar di hotel Ibis Pontianak.

Berita Terkait

PONTIANAK- Sektor pertanian salah satu penopang utama perekonomian di Kalimantan Barat. Di era modern, penerapan teknologi digital IR 4.0 layak untuk pertanian di daerah ini. Karena itu jaringan Kambyan ikut mengajak kalangan universitas dan pihak terkait untuk dapat menggunakannya. 

Director utama jaringan Kambyan, Mr. Pavan Saravan mengatakan, Kambyan Network telah bekerjasama dengan beberapa universitas di beberapa negara untuk memfasilitasi penerapan technology pertanian, IR 4.0 yang siap dengan adaptasi sistem otonom. Di antaranya di Malaysia dan Vietnam. Kemarin (3/7), Jaringan Kambyan berdiskusi dengan pakar perguruan tinggi di Pontianak dalam sebuah seminar di hotel Ibis Pontianak. Peserta Para Doktor Fakultas Teknik dan Pertanian Universitas Tanjungpura dan Universitas Panca Bakti. Dari Kambyan hardir  Assoc. Prof. Dr. Sagaya Amalathas,  Mr. Pavan Saravanan, Captain Anand Samoel serta didampingi Tasuri, konsultan pengembangan bisnis kambyan di Indonesia. 

Dipaparkan,  saat ini kita kekurangan sdm yang berminat, memiliki kapasitas dan keterampilan tinggi dalam bidang AGRO INDUSTRI IR 4.0 siap pakai. Perubahan teknologi yang sangat cepat memerlukan langkah-langkah adaptasi yang cepat pula. 

"Tujuan utama berkolaborasi dengan Universitas setempat untuk penelitian dan implementasi Pertanian Digital dan adaptasi teknologi IR 4.0. Teknologi dan analitik digital mengubah pertanian, menjadikan operasi lapangan pertanian lebih berorientasi pada wawasan dan efisien. Layanan pertanian berbasis digital membantu meningkatkan kinerja keuangan dan meningkatkan hasil," ujar pakar pertanian berbasis AUV.

Saat ini, lanjutnya, secara global, kurang dari 20 persen dari luas areal saat ini dikelola menggunakan teknologi pertanian digital (mis., Penyemprotan dengan laju variabel) karena besarnya biaya pengumpulan data lapangan yang tepat. Dengan perkiraan 9,6 miliar manusia di planet ini pada tahun 2050, produksi pangan global akan perlu berlipat ganda dalam waktu yang relatif singkat, untuk memenuhi permintaan yang sangat besar. Untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan keuntungan.

"Jaringan Kambyan telah menggabungkan teknologi digital seperti Unmanned Aerial Systems (UAS), Internet of Things (IoT) dengan analitik data besar, kemampuan visualisasi, Kecerdasan Buatan (AI) dan pengetahuan industri untuk menciptakan layanan solusi Platform Pertanian Digital di sebuah harga terjangkau. Penyemprotan Autonomous Total, Pemupukan, sistem penyiangan siap untuk digunakan secara nasional," paparnya. 

Lebih lanjut diutrakan,  Memperkuat orang Indonesia agar dapat dipekerjakan secara menguntungkan di sektor pertanian dengan melatih kembali dan meningkatkan keterampilan anak muda Indonesia untuk mengatasi kemampuan sumber daya yang miring serta untuk meningkatkan kemampuan pertanian Indonesia secara keseluruhan. Derivatif multidimensi seperti manufaktur, TIK dan peningkatan layanan yang harus dipisahkan dari penyebaran Sistem Otonomi ke arena publik sejalan dengan Tujuan IR 4.0 nasional.

“Jaringan Kambyan memiliki rencana untuk bersama-sama menawarkan pelatihan dan sertifikasi di bidang terkait IR4.0 dan menawarkan pengetahuan teknologinya yang digabungkan untuk membantu dan mendukung industri pertanian melalui platform DAS manusia, “pungkasnya.  Kedepannya pertanian modern menggunakan teknologi seperti drone untuk penyempotran, pemetaan, pemupukan,  pembibitan dan lain sebagainnya. (krl

Berita Terkait