Kalbar Banjir Wisatawan Cap Go Meh di Sejumlah Wilayah

Kalbar Banjir Wisatawan Cap Go Meh di Sejumlah Wilayah

  Rabu, 13 February 2019 09:06
Selama Operasi Liong Kapuas, diturunkan 1700 personil untuk pengamanan se Kalbar. Seluruh unsur melakukan langkah preventif mulai perayaan Imlek hingga puncaknya pawai Tatung saat Cap Go Meh. Didi Haryono

Berita Terkait

SAMBAS – Banyaknya pengunjung yang akan datang menyaksikan pawai tatung dalam pelaksanaan Festival Cap Go Meh di Kalimantan Barat, terutama di Singkawang dan Pemangkat Kabupaten Sambas. Kapolda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH sudah menyiapkan personil serta upaya-upaya pengamanan.

Disampaikan Kapolda Kalbar saat kunjungan ke Sambas, dalam pengamanan Imlek  dan CGM 2019. Sekitar 1700 personil dari kepolisian disiagakan. Kemudian pengamanan dari unsur TNI, Pemerintah serta elemen lain. Ini semua dilakukan agar semua kegiatan berlangsung dengan aman.

 “Selama Operasi Liong Kapuas, kami dari kepolisian menurunkan 1700 personil untuk melakukan pengamanan se Kalbar. Kemudian secara bersama-sama dengan seluruh unsur kami telah melakukan langkah-langkah preventif untuk mengamankan seluruh kegiatan, mulai dari perayaan Imlek hingga puncaknya yakni pelaksanaan Pawai Tatung saat Cap Go Meh,” kata Kapolda, Selasa (12/2).

Di Kalimantan Barat, dari 14 kabupaten kota, terdapat empat daerah yang tidak melaksanakan. Selebihnya, ada kegiatan CGM. Kemudian untuk teramai, ada di Kota Singkawang, kemudian di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas.

Seluruh masyarakat harus mendukung pelaksanaan even budaya ini. Lantaran, akan ada dampak bagi daerah, yakni adanya pemasukan ke Pendapatan Asli Daerah atau PAD. “Kegiatan Cap Go Meh akan memberikan dampak pada PAD bagi provinsi serta kabupaten kota. Karena kami perkirakan, ada kurang lebih 30 sampai 40 ribu pengunjung yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Imlek dan CGM 2019 Tri Dharma Pemangkat, Siat Cin Cung alias Atong menyebutkan kegiatan festival CGM 2019 akan dibuka dan dimulai pada Minggu (17/2) pukul 19.00 WIB. Direncanakan, pada malam pembukaan, ditandai dengan pesta kembang api,persembahan tarian multietnis, atraksi barongsai dan show artis mandarin Yennie Han dari jakarta di panggung hiburan di Jalan Moh Hambal.

Selanjutnya pada Senin 18 Februari 2019, dilaksanakan festival Lampion dan pembagian hadiah lampion serta show artis pop mandarin Wendy Huang dari Jakarta dimulai pukul 19.00 WIB. Rute Pawai lampion, dari Jalan Pansur ke arah Jalan Merdeka, Amat Bampe, B Kuala, M Hambal, Sejahtera, ke arah Jalan Pangsuma, masuk Jalan Pembangunan, Pasar Ikan Lama, Jalan M Hambal, dan finish di panggung kehormatan.

Dilanjutkan dengan ritual tolak bala atau cuci jalan pada Selasa 19 Februari 2019, yang dilaksanakan para tatung. Kemudian pada malam harinya, dilanjutkan show artis pop mandarin Helen Huang dari Semarang. “Parade tatung, akan dilaksanakan pada Rabu 20 Februari 2019 dimulai sekitar pukul 07.00 WIB kemudian pada malam harinya

dilaksankaan malam penutupan festival CGM dan show pop mandarin Huang Cia Cia dari Surabaya,” katanya. Rute Parade Tatung Tri Dharma, disampaikan Atong, dimulai dari simpang tiga Pansur dan YPN, ke arah jalan Merdeka, Jalan Amat Bampe, B Kuala,

masuk Jalan M Hambal, Jalan Sejahtera, Jalan AKK masuk ke Jalan Pembangunan, Pasar Ikan Lama masuk ke Jalan M Hambal dan finish di Panggung Kehormatan. (fah)
 

Berita Terkait