Kalbar Banjir Narkoba

Kalbar Banjir Narkoba

  Sabtu, 16 March 2019 10:27

Berita Terkait

BNN Tangkap Ratusan Kilogram Sabu dan Ekstasi Masuk dari Malaysia Lewat Laut

 

PONTIANAK  - Penyelundupan narkotika ke Kalimantan Barat (Kalbar) masih marak. Buktinya pada Kamis (14/3) malam, Tim BNN dan BNNP Kalbar kembali menggagalkan upaya penyelundupan barang haram tersebut ke daerah ini. Tak tanggung-tanggung, jumlah narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi yang berhasil disita mencapai ratusan kilogram.

Aparat juga berhasil meringkus dua tersangka di Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.  Keduanya diduga mendatangkan narkotika itu dari Malaysia. Deputi Pemberantasan Badan Narkotik Nasional (BNN), Inspektur Jenderal (Irjen) Arman Depari mengatakan, petugas awalnya mengamankan seorang pria berinisial Hen, di dalam mobil Toyota Kijang Innova warna silver. 

Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan mendapati adanya ratusan kilogram narkotika di dalam mobil tersebut. "Ditemukan 106 bungkus plastik narkotika di dalam lima boks ikan secara terpisah. Narkotika terdiri dari sabu dan ekstasi jumlahnya diperkirakan lebih dari 100 kilogram," kata Arman, Jumat (15/3).

Hen diduga menerima narkotika dalam boks ikan dari tiga orang yang tidak dikenal di wilayah Pantai Gosong. Narkoba itu lalu dibawa menggunakan kendaraan roda empat. Tidak beberapa lama kemudian, kata Arman, petugas kembali mengamankan seorang pria berinisial AR di wilayah yang sama. 

AR diamankan saat mengendarai mobil Toyota Avanza. Dalam penangkapan itu petugas juga menyita tiga unit telepon seluler. AR diduga memiliki peran penting dalam upaya penyelundupan narkotika tersebut. "AR diduga sebagai orang yang memerintahkan atau mengendalikan Hen," ungkap Arman. 

Mantan Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) itu tidak menampik informasi yang menyebutkan bahwa terjadi transaksi atau pemindahan narkoba dari kapal ke kapal, untuk kemudian dibawa ke daratan Kalbar. BNN juga menduga penyelundupan narkoba ke Kalbar dari Malaysia oleh para pelaku ini bukanlah yang pertama kali. "Sudah beberapa kali," ungkapnya. 

Saat dikonfirmasi, Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigjen Pol Suyatmo membenarkan penangkapan kedua tersangka yang hendak memasukkan narkotika ke wilayah Kalbar.  "Penangkapan ini memang benar adanya. Tapi saat ini masih dalam proses pengembangan dan belum dapat dipublikasikan," kata Suyatmo saat ditemui di Kantor BNN Provinsi Kalbar, Jalan Parit Haji Husein II, Pontianak.

Dia juga belum dapat memastikan jumlah dan berat barang bukti yang berhasil disita dari kedua tersangka tersebut. Saat ini semua barang bukti masih diamankan serta dalam proses perhitungan dan penimbangan. "Barang bukti saat ini masih dalam penghitungan dan penimbangan. Jadi belum bisa dipastikan (jumlah atau beratnya)," jelas Suyatmo.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, yang datang ke Kantor BNN Provinsi Kalbar guna melihat langsung barang bukti juga menyatakan hal senada. Dia hanya menyebutkan bahwa jumlah narkotika yang berhasil disita cukup signifikan. 

Melihat jumlah barang bukti yang banyak tersebut, Didi menyimpulkan bahwa upaya pengawasan dan kewaspadaan akan peredaran narkotika di Kalbar memang harus lebih ditingkatkan.

"Jumlahnya cukup signifikan. Ke depan kita harus lebih waspadai karena kita tidak tahu apakah wilayah kita (Kalbar) ini hanya menjadi transit atau menjadi tujuan barang haram tersebut beredar," jelasnya.

Didi juga mengatakan, penangkapan besar seperti ini bukanlah hal yang baru di Kalbar, melainkan sudah beberapa kali. Maka dari itu, ada kecurigaan bahwa masih ada yang belum tertangkap. Dia berharap masyarakat sabar dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat. Upaya pengembangan penyidikan kini sedang dilakukan guna membongkar sindikat yang terlibat. 

"Ini sudah ke sekian kalinya. Tapi yang ini cukup signifikan. Jadi, masih ada kemungkinan barang tersebut berada di kawasan kita untuk saat ini. Maka dari itu, tolong untuk semua pihak sabar. Biarkan kami bekerja untuk melakukan pengembangan. Kita masih belum tahu di luar ini masih ada atau tidak, makanya kita masih kembangkan. Jadi semuanya dimohon bersabar," pungkasnya. (ody/sig)

Berita Terkait