Kakek Cabuli 5 Siswi SD

Kakek Cabuli 5 Siswi SD

  Selasa, 6 September 2016 09:30
TERSANGKA CABUL: Mustafa saat diwawancarai di Mapolres Ketapang, Kemarin (4/9) sore.

Berita Terkait

KETAPANG - Lima siswi Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dicabuli oleh seorang kakek berusia 60 tahun. Salah satu korbannya adalah cucu pelaku sendiri. Dengan iming-iming uang Rp2.000, pelaku tega menodai gadis kecil tersebut.

 
Mustafa, kakek bejat tersebut akhirnya ditangkap oleh anggota Polsek MHS di sebuah gubuk di ladang milik pelaku di Dusun Sungai Kepuluk Desa Pematang Gadung Kecamatan MHS pada Jumat (2/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Penangkapan tersangka ini atas laporan salah satu orangtua korban.
Kelima korban adalah MS (8), CK (7), TI (9), YE (10) dan LE (7). Mereka semua masih duduk di bangku SD antara kelas 1 hingga kelas 3. Korban juga masih memiliki ikatan keluarga dan berasal dari Desa Pematang Gadong Kecamatan Matan Hilir Selatan. Kejadian ini menambah panjang kasus pencabulan yang melibatkan anak-anak.
Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim, AKP Putra Pratama, mengatakan, terungkapnya kasus pencabulan ini atas laporan Sumarliyah (41) ke Polsek MHS.

"Pelapor ini adalah bibi dari kelima korban pencabulan ini. Laporannya diterima pada 2 September kemarin," kata Putra, kemarin (4/9).
Putra menceritakan, peristiwa pencabulan yang dilakukan Mustafa sudah berlangsung sejak 2015 lalu. Namun baru diketahui pada 2 September lalu oleh salah satu nenek korban, Alfa. Ia mendengar perbincangan tiga korban tentang peristiwa yang dialami korban.
Pelaku melakukan hal bejatnya di beberapa tempat. Di antaranta di tanggul air dan di kamar rumah tersangka di Desa Pematang Gadong MHS. "Pengakuan dari korban sudah sejak tahun 2015 lalu. Namun waktu tepatnya masih diselidiki," ungkap Putra.
Lebih menjelaskan, pada Jumat (2/9) sekitar pukul 12.00 WIB, Alfa mendengar percakapan ketiga korban yang mengatakan korban CK, mengalami kesakitan saat kencing.

Kemudian Alfa memberitahu anaknya, Sumarliyah.
Kemudian ketiga anak tersebut dikumpulkan dan diminta untuk menceritakan kejadian yang dialami CK. Ternyata tidak hanya CK, mereka juga ternyata menjadi korban. TI mengaku diraba-raba dibagian kemaluannya oleh tersangka dan mengajak untuk bersetubuh, namun korban menolak. Sedangkan MS dan CI mengaku pernah dilecehkan oleh pelaku sebanyak tiga kali di tanggul air.
"Setelah melancarkan aksinya, pelaku memberikan uang Rp2.000 kepada korban dan meminta agar tidak menceritakan kepada siapapun," ujar Putra.
Sementara untuk korba CI yang merupakan cucu tiri tersangka, pernah disetubuhi di rumahnya. Saat itu pelaku dan korban serta nenek korban tidur di kamar yang sama.

"Korban CI ini juga mengaku mengaku sakit saat buang air kecil," tambahnya.
Korban juga diberi uang agar tidak bercerita kepada siapapun termasuk kepada neneknya. "Kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa celana dalam tiga korban. Kita juga sudah meminta keterangan beberapa saksi," kata Putra.
Atas pengakuan dan barang bukti serta keterangan para saksi, pelaku ditangkap di sebuah pondok di ladang milik tersangka di Desa Pematang Gadong pada malam hari. Beberapa warga serta kerabat korban juga ikut melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Saat ditangkap tersangka tidak melawan," jelasnya.
Menghindari amuk masa, pelaku diamankan di Polres Ketapang serta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita masih mendalami kasus ini apakah masih ada korban lain selain lima korban ini. Termasuk meminta visum," tambahnya.
Sementara itu, Mustafa mengakui semua perbuatannya. "Tahun lalu pertama kali saya lakukan. Tapi lupa bulan berapa. Tahun ini juga pernah," kata Mustafa kepada wartawan di Mapolres Ketapang, kemarin (4/9) sore.
Ia juga mengaku sudah tidak ingat lagi berapa kali ia melakukan aksinya tersebeut, terlebih kepada cucu tirinya.

"Seingat saya cuma tiga kali. Selain itu saya sudah tidak ingat lagi," jelasnya. Ia mengaku mencabuli cucu tirinya pada saat pagi hari ketika istrinya sedang mencuci piring.

"Ada yang cuma saya pegang-pegang. Tapi ada juga yang sepenuhnya saya lakukan. Istri saya tak ada di kamar. Saat itu masih pagi. Istri saya bangun duluan. Saya dengan cucu masih di kamar," ungkapnya.
Ia mengaku menyesal dan meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan kepada lima anak gadis tersebut.

"Saya minta maaf. Saya menyesal. Saya khilaf. Karena saya sudah sangat jarang dilayani oleh istri saya," sesalnya.
Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 81 ayat 1, 2 dan 3 serta pasal 82 ayat 1 dan 2 nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal sampai 20 tahun penjara. (afi)

Berita Terkait