Kaji PLTN di Kendawangan

Kaji PLTN di Kendawangan

  Sabtu, 13 April 2019 11:46
KUNJUNGAN: Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) Batan Agus Sumaryanto saat kunjungan kerja ke Kantor Balitbang Kalbar, Jumat (12/4) pagi. ISTIMEWA

Berita Terkait

Kunker Kepala PTBBN-Batan

PONTIANAK- Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN) Batan Agus Sumaryanto berkesempatan mengunjungi Balitbang Kalbar, Jumat (12/4). Kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ini terkait akan diadakannya seminar bersama. Sekaligus rencana menjajaki kemungkinan dilaksanakannya kolaborasi maupun kerjasama antara Batan, Untan dan Balitbang Kalbar.

Agus mengungkapkan, kolaborasi yang akan dilaksanakan yakni seminar nasional yang bertemakan tentang peningkatan nilai tambah potensi dan pengembangan mineral radioaktif. Untuk energi baru dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengolahan emas yang ramah lingkungan, rencana pendirian Pusat Pengenalan Bahan Galian Komoditas Mineral dan Batubara Kalbar, serta rencana lain yang terdapat dalam program masing-masing. 

"Sekarang telah berkembang triple helix, yaitu kolaborasi atau kerjasama antara akademisi, badan usaha dan pemerintah. Sehingga hasil penelitian dapat diterapkan di masyarakat sesuai dengan kebutuhan, peraturan dan kelayakan baik ekonomis, sosial maupun secara teknologi," ungkapnya. 

Maka pada kesempatan kali ini pihak Balitbang, Untan (Prodi Teknik Pertambangan), PTBBN-Batan dan pengusaha yang sebagian tergabung dalam Perhapi akan menjajaki berbagai hal. Mulai dari mengidentifikasi potensi masing-masing untuk dapat menghasilkan suatu produk penelitian yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan di masyarakat. Khususnya di bidang pertambangan. 

Mengingat ia menilai Kalbar kaya akan mineral-mineral yang memiliki nilai jual dan diharapkan dapat ditingkatkan nilai tambahnya. Sehingga dengan demikian dapat memberikan dampak positif pada kehidupan.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dunia penelitian, pengembangan dan perekayasaan telah berkembang pesat. Sehingga dapat  mampu memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan. "Saya melihat Kalbar sangat siap menghadapi revolusi industri, saya yakin dengan kesiapan ini Kalbar mampu menyongsong industri 4.0 terkait teknologi di Kalbar," ujarnya.

Terkait pembangunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Agus menjelaskan bahwa Kalbar sudah siap. Untuk lokasinya sendiri sudah dilakukan kajian dan studi tapak di daerah Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

"Daerah titik PLTN harus selalu dikaji agar melihat kesiapan lokasi tersebut, dan untuk pulau Kalimantan sejak 1976 kami telah melakukan riset bersama Jerman terkait nuklir ini. Mengingat uranium di Kalbar sangat kaya apalagi potensi di Kalbar, tidak pernah dicuri atau diekspor sehingga tidak ada alasan untuk menolak pembangunan PLTN," pungkasnya.  

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kalbar Kusumo Ariadi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, potensi bahan tambang di Kalbar sangat kaya. Baik itu potensi seperti radioaktif, mineral logam dan batu bara. Perhapi pun siap menjalin kerja sama guna mensukseskan pembangunan PLTN. "Kami selaku anggota Perhapi sangat mendukung adanya PLTN di Kalbar, terlebih gubenur Kalbar sangat konsen terkait pembangunan guna memajukan Kalbar," ucapnya.

Ia menambahkan akan sangat menguntungkan jika di Kalbar memiliki PLTN. "Karena jika listriknya memadai hasil pengolahan komoditas tambang akan semakin melimpah," tutupnya. 

Kepala Balitbang Kalbar Agatho Adan sangat mengapreasiasi kedatangan Kepala PTBBN-Batan. Ia pun berharap ke depanya Balitbang dapat bekerja sama dengan Batan terkait riset di provinsi ini.

"Tentu banyak hal-hal yang baru yang kami dapatkan. Karena beliau memiliki pengalaman dan ilmu-ilmu sehingga hal ini sangat menguntungkan bagi para pegawai dan peneliti. Ke depanya pun kami akan mencoba implementasikan apa yang telah beliau sampaikan dan berikan kepada kami," pungkasnya.(bar/r)

Berita Terkait