Kaesang Minta Mahasiswa Berani Bangun Bisnis

Kaesang Minta Mahasiswa Berani Bangun Bisnis

  Senin, 30 July 2018 10:57
SEMINAR: Kaesang Pangareb saat memberikan tips memulai bisnis kepada mahasiswa Widya Dharma Pontianak. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK – Owner produk kuliner Sang Pisang dan kaos Sang Javas, Kaesang Pangareb membeberkan tips berbisnis kepada ratusan mahasiswa di kampus Widya Dharma Pontianak. Menurutnya, hasil yang dia dapat sekarang berkat jatuh bangun. Dia memulai bisnis saat masih SMA, saat itu dia membuka usaha clothing kaos Javas X. Namun lantaran tidak memiliki perencanaan matang, usaha itu bangkrut. Belajar dari kesalahan dia lalu mencoba bangkit.

Kini dia lebih memasarkan produk kaos-nya melalui media sosial, seperti Youtube, Instagram dan platform lainnya. Sasarannya pun lebih mengena. Selain kaos, mengikuti jejak sang kakak Gibran yang berdagang martabak, dia ikut berkecimpung di usaha kuliner. Dia memilih mengembangkan olahan pisang naget. Mereknya dia beri nama Sang Pisang. Buah tropis ini sangat mudah didapatkan dan tidak mengenal musim. Saat ini Sang Pisang sudah punya 200an outlet di 27 kota se-Indonesia.

Kaesang memberikan tips bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM untuk lebih bersemangat dalam menjalankan dunia usaha. Dikatakan Kaesang, jatuh bangun dalam usaha itu pasti. Namun, harus tetap fokus dan kerja keras. "Dan, kunci bagi saya sisihkan uang 60 persen dari budget untuk promosi. Target kita milenial lah 30 tahun ke bawah," ujar Kaesang. Pesan dari sang ayah Presiden RI Joko Widodo yang selalu diingat oleh Kaesang adalah tanggung jawab. Ia diminta untuk menjaga kualitas olahan makanan, agar para konsumen tidak kecewa.

Menurutnya, naget pisang miliknya benar-benar istimewa. “Kebanyakan orang bilang pisang naget itu hanya pisang dipotong-potong. Lalu dikasih teping. Tapi buka hanya itu. Kami benar-benar mencari rasa dan kualitas terbaik. Agar dicari orang. Resepnya rahasia. Teapi kami menggoreng nagetnya sampai enam kali,” imbuh dia.

Selain resep, bisnis kuliner juga bergantung pada manajerial. Menurut ya, usaha apapun, lebih-lebih kuliner harus memiliki tim yang kuat dan solid. “Setiap brand saya, punya leader yang kuat. Orang ini harus fokus mengembangkan usaha. Untuk Sang Javas misalnya saya enam bulan fokus terlibat di situ, baru bisa lepas ke tim,” sebutnya.

Dia juga sering dinyinyirin orang, kenapa anak presiden jualan pisang. Menurutnya status anak presiden hanya sementara. Dia harus mampu mandiri dan memiliki masa depan sendiri. “Bapak saya presiden tidak selamanya. Selain dilarang main jalan tol, main batu bara, main proyek. Tentu kalau mengandalkan itu, maka hanya sementara,” ucap dia.

Sementara itu Direktur Widya Dharma Widjaja Tandra mengatakan, kehadiran Kaesang atas permintaan pihak kampus untuk membekali para mahasiswa dalam memulai berbisnis. Selain itu kehadiran Kaesang juga bertepatan dengan launching Sang Pisang di Jalan Gusti Hamzah. “Dengan kehadiran gerai pisang franchise ke 27 di Pontianak tentu akan bertambah semaraknya aneka kuliner enak di kota Pontianak yang popular dengan kuliner pengkang, bubur pedas, kwetiau sapi, kwetiau kepiting, es krim depan sekolah sto Petrus, pisang nipah goreng plus srikaya, dan lainnya,” imbuh dia.

“Harapan kita, pemberian seminar oleh pak Kaesang Pangarep di kampus Widya Dharma Pontianak dapat meningkatkan jiwa dan semangat kemandirian usaha mahasiswa Pontianak, dan lebih memajukan wisata kuliner Pontianak,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait