Kadus Protes Pembangunan Jembatan

Kadus Protes Pembangunan Jembatan

  Sabtu, 18 June 2016 09:49
DIPROTES WARGA: Sejumlah warga memprotes pembangunan jembatan yang sedang dibangun di Jalan Setegar, lantaran akses menuju jalan pun hutan belantara dan dinilai tidak bermanfaat. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kepala Dusun (Kadus) Payak Itam, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Rudiansyah, berang dengan melihat pembangunan jembatan di Jalan Setegar. Jembatan yang dibangun menggunakan dana desa tersebut, menurut dia, tidak pernah dikoordinasikan dan mendapat persetujuannya. Belum lagi pembangunan jembatan tersebut dinilai dia tidak tepat sasaran.

“Tidak mengetahui saya kalau jembatan yang dibangun menggunakan dana desa.  Semestinya harus ada koordinasi melalui persetujuan kepala dusun terlebih dahulu, sebelum pembangunan dimulai. Belum lagi pembagunan tersebut dinilai tidak tepat sasaran,” keluh Rudiansyah, Jumat (17/6) di Sukadana.

Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut tidak tepat sasaran dan terkesan dipaksakan. Pasalnya, dia menambahkan, jembatan yang dibangun bukan menjadi akses jalan penduduk setempat selama ini. “Heran saya, entah kenapa pihak Desa dapat membangun jembatan itu. Padahal tidak ada fungsinya sama sekali. Itu kan belum ada jalan sama sekali, masih banyak yang perlu didahulukan  daripada jembatan itu dibangun. Ini sangat aneh,” terangnya.

Terkait hal ini, masyarakat melalui Dusun, dipastikan dia, telah sepakat untuk mengajukan  pembangunan untuk di Jalan Setegar, terletak di RT 19, untuk penimbunan jalan dan pembuatan jembatan dengan pagu dana Rp120 juta. “Kemarin sudah dalam tahapan  pengukuran  bersama TPK yang ditunjuk desa penimbunan dan jembatan jalan di samping Masjid Setegar, tapi ini malah tidak sesuai dengan ajuan kami,” jelasnya.

Selain itu, hal senada dikatakan ketua RT 19, Dusun Payak Itam, Misnanto. Selama ini pun, diakui dia, di tempat tinggalnya jarang tersentuh bantuan pemerintah, terutama mengenai kebutuhan dasar masyarakat.

“Sangat kecewa saya sama dengan Pj Kepala Desa Sutera ini, pembangunan yang sudah  dimulai yang  menggunakan dana desa banyak tanpa sepengetahuan Dusun dan RT setempat  pembangunannya. Padahal kemarin yang mau dibangun di RT kami, sudah melakukan pengukuran apa, tetapi sekarang di tempat lain yang tidak ada fungsinya sama sekali,” kesalnya.

Selain itu  dirinya sangat berharap kepada kepala desa yang terpilih dan akan segera dilantik, bisa lebih baik  lagi ke depannya. Kepala desa terpilih diminta dia untuk bisa mendengarkan keluhan rakyat dan dapat menggunakan dana desa sebijak mungkin, untuk kemaslahatan masyarakat desa. “Bukan karena kepentingan pribadinya,” ucapnya.

Di tempat yang berbeda, ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Sutera, Rusdi, mengakui sampai saat ini belum mendapatkan laporan dari desa, terkait  penggunaan dana desa untuk tahun 2016. “Belum mendapatkan laporan lokasi-lokasi pembangunan dengan menggunakan dana desa,” terangnya. (dan)

Berita Terkait