Kader TB Care di Bantai, Sebelas Dirujuk

Kader TB Care di Bantai, Sebelas Dirujuk

  Selasa, 14 May 2019 10:00
KONTAK. Kader TB Care Aisyiyah Sanggau saat melakukan investigasi kontak di Desa Bantai terkait upaya penanggulangan penyakit TBC. (sugengrohadi/pontianakpost)

Berita Terkait

Tanggulangi Penyakit TBC

SANGGAU – Sepuluh orang Kader TB Care Aisyiyah bersama Pemegang Program TB Puskesmas Bonti dan Koordinator Program SSR TB Care Aisyiyah Kabupaten Sanggau tetap melakukan investigasi kontak meskipun sedang berpuasa. Investigasi kontak tersebut dilaksanakn di Desa Bantai, Kecamatan Bonti.

Tempat kegiatan ditempuh dengan perjalanan darat sekira tiga jam perjalanan dari pusat Kota Sanggau. Kondisi jalan di wilayah tersebut, sebagiannya masih dalam keadaan rusak untuk dilalui. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kader yang berangkat melaksanakan kegiatan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi dalam menjalankan tugas dan misi kemasyarakatan.

Romy Sahman selaku Koordinator SSR TB Care Aisyiyah Kabupaten Sanggau mengatakan bahwa investigasi kontak merupakan salah satu cara penemuan kasus TBC. Hal ini dilakukan dengan sreening tanda gejala, faktor dan resiko TB kepada minimal 20 kontak dari indeks kasus atau pasien yang dinyatakan positif.

Menurutnya, per Mei 2019, SSR TB Care Aisyiyah Kabupaten Sanggau juga telah resmi menambah wilayah kerjanya di Kecamatan Bonti dengan melatih 11 kader. Mereka diharapkan mampu memberi kontribusi dalam upaya percepatan eliminasi TB tahun 2030 di Indonesia, khususnya di Bumi Dara Nante.

 “Perbulan Mei tahun 2019 ini, SSR TB Care Aisyiyah Kabupaten Sanggau resmi menambah wilayah kerjanya, kami melatih 11 kader dari Bonti dengan harapan dapat memberi kontribusi dalam upaya percepatan eliminasi TB tahun 2030 di Indonesia terkhusus Kabupaten Sanggau,” jelasnya.

Pada Hari Minggu lalu, investigasi kontak berjumlah 3 orang, sebanyak 66 kontak yang dilakukan screening TB hasilnya sebanyak 11 orang memenuhi syarat dirujuk ke puskesmas untuk diperiksa TB.

 “Indeks kasus yang dilakukan investigasi kontak berjumlah 3 orang yang sedang menjalankan pengobatan TB, sebanyak 66 kontak yang kami lakukan skrining dah hasil dari screening terdapat 11 orang yang memenuhi syarat dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya Senin (13/5).

Sementara itu, Mohd Husna, A.Md.Kep selaku Pemegang Program TB Puskesmas Bonti mengatakan kegiatan perdana kemarin disambut baik oleh masyarakat. Mereka merasa difasilitasi oleh kader-kader TB dalam program pemeriksaan dan pengobatan serta puskesmas merasa sangat terbantu sekali dalam program penanggulangan Penyakit TBC. (sgg)

Berita Terkait