Justin Trudeau, PM Baru Kanada yang Seksi dan Rupawan

Justin Trudeau, PM Baru Kanada yang Seksi dan Rupawan

  Selasa, 27 Oktober 2015 09:42

Kanada punya perdana menteri (PM) baru, Justin Trudeau, yang bikin kaum hawa ”meleleh”. Tidak hanya tampan dan atletis, pria 43 tahun itu juga memiliki

prestasi politik yang menonjol.

JAUH sebelum menjadi ’’orang’’, Trudeau disebut PM oleh mendiang Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Nixon. Saat itu Trudeau baru berusia empat bulan. ’’Saya ingin bersulang untuk perdana menteri masa depan Kanada. Untuk Justin Pierre Trudeau,’’

ujarnya dalam jamuan makan bersama ayah Trudeau pada 1972. Empat dekade berlalu sejak ramalan Nixon tersebut. Kini Trudeau benar-benar menjadi PM Kanada, jabatan yang pernah dua kali berturut-turut melekat kepada sang ayah.

Meski Trudeau sudah diramalkan Nixon dan punya latar belakang politik kuat, jalannya menuju kursi orang nomor satu Kanada tersebut tidak mudah. Alumnus University of British Columbia itu harus melakoni beberapa pekerjaan sebelum akhirnya menjadi anggota parlemen pada 2008. Sebelum dikenal sebagai legislator, Trudeau adalah guru, teknisi, pelatih bungee jumping, dan periset geografi lingkungan.

The Guardian menuliskan, Trudeau juga pernah menjadi aktor. Tepatnya pemain film. Dia ikut bermain dalam The Great War, film tentang keterlibatan Kanada dalam Perang

Dunia I, yang dirilis pada 2007. Namun, Trudeau baru benar-benar menjadi sorotan pada 2012. Tepatnya setelah ia menang bertinju melawan senator Patrick Brazeau dalam sebuah acara amal. Apalagi, pertandingan tinju amal itu membuat dunia menyaksikan sendiri kelebihan fisik Trudeau.

Mengenakan celana kolor dan bertelanjang dada, Trudeau sukses menyita perhatian kaum hawa. Dada bidang dan lengan berotot suami Sophie Gregoire tersebut langsung

menjadi perbincangan. Termasuk tato (burung gagak) Haida yang menghiasi bagian atas lengan kiri Trudeau.

Tampan, atletis, moncer, dan bertato. Ciri terakhir itu sukses menjadikan Trudeau sebagai

sosok pemimpin yang seksi. Menggantikan Harper yang makin kehilangan popularitas

menjelang pemilu federal lalu, Trudeau menjanjikan perubahan signifikan. Dia akan

mengembalikan keliberalan dalam pemerintahan Kanada. Itulah sinyal yang kurang baik bagi AS yang selama ini menjadi kiblat Harper. (AP/CNN/BBC/NBC/hep/c14/ami)