Jumlah Wisman Naik 12 Ribu

Jumlah Wisman Naik 12 Ribu

  Selasa, 23 April 2019 11:11
PESTA DURIAN: Wisatawan asing saat menghadiri Festival Durian yang digulirkan di Sedahan Jaya, Sukadana, beberapa waktu lalu. DOK/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Meningkat Lima Tahun Terakhir

PONTIANAK - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat (Kalbar) selama periode 2018 mencatatkan angka tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikannya mencapai 12 ribu pengunjung.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat, selama tahun 2018 jumlah kunjungan wisman mencapai 70.578 kunjungan atau naik 20,66 persen dibanding jumlah kunjungan selama tahun 2017 yang tercatat 58.492 kunjungan. "Peningkatan pertumbuhan kunjungan wisman pada 2018 ini, diharapkan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang," ungkap Kepala BPS Kalbar, Pitono.

Kunjungan wisman ke Kalbar yang datang selama tahun 2018 terdata melalui empat pintu masuk. Dari total kunjungan sepanjang tahun 2018 itu, kunjungan wisman melalui Bandara Supadio sebesar 32,63 persen, PLBN Entikong sebesar 32,11 persen, PLBN Aruk  18,05 persen, serta yang terendah adalah melalui PLBN Nanga Badau 17,21 persen. Secara keseluruhan, wisman berkebangsaan Malaysia yang datang ke Kalimantan Barat merupakan wisman dengan jumlah kunjungan terbanyak, yaitu 56.002 kunjungan atau 79,35 persen dari total wisman 70.578. Sementara wisman yang berkebangsaan China dan Taiwan, masing-masing 1,36 persen dan 1,16 persen.

BPS Kalbar juga mencatat, pola kunjungan wisman ke provinsi ini. Pada 2018, puncak kunjungan wisman terjadi pada bulan Desember yang mencapai 8.625 kunjungan atau 12,22 persen dari keseluruhan wisman yang berkunjung. Sedangkan jumlah kunjungan wisman terendah terjadi pada April yang tercatat sebesar 5,54 persen.

Sementara jumlah kunjungan wisman ke Kalimantan Barat dalam kurun waktu lima tahun terkahir tahun terakhir menunjukan tren meningkat. Jumlah wisman tahun 2018 mencatatkan angka tertinggi. BPS mencatat, jumlah wisman tahun 2017 mencapai 58.492, 2016 sebesar 37.125, 2015 sebanyak 28.789, serta 2014 mencapai 31.021 kunjungan.

Pitono menambahkan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan pemasukan devisa negara. Khusus di Kalbar, sektor ini sangat berarti dalam memacu perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya. Menurut dia , pesona alam yang indah, warisan budaya, kesenian, ragam adat istiadat, serta peninggalan masa lampau yang bernilai, serta keramahan masyarakatnya merupakan daya tarik yang besar bagi wisatawan mancanegara.

Namun demikian, dia menilai, diperlukan dana yang tidak sedikit dalam meningkatkan pembangunan kepariwisataan yang selama ini telah dilaksanakan di provinsi ini. Dalam berbagai hal menurutnya juga perlu ditingkatkan sarana dan prasarananya baik penyediaan hotel atau akomodasi yang memadai maupun penambahan fasilitas-fasilitas lain seperti restoran, jasa boga, serta biro-biro perjalanan. "Upaya promosi kepariwisataan dengan memperkenalkan objek-objek wisata diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Kalbar," pungkas dia.

Ketua Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalbar, Nugroho Henray, menambahkan, even tahunan yang menjadi unggulan Kalbar semestinya mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang lebih inovatif harus mampu dihadirkan guna menarik kedatangan wisatawan. “Inovasi-inovasi perlu terus dilakukan, terlebih bagi kegiatan yang setiap tahun rutin digelar seperti acara kulminasi,” ujar dia. (sti)

Berita Terkait