JTM di Siantau Raya Belum Teraliri

JTM di Siantau Raya Belum Teraliri

  Selasa, 19 March 2019 09:27
/MASIH PAJANGAN: Pembangunan JTM di Desa Siantau Raya, Kecamatan Nanga Tayap ini telah selesai dikerjakan. Namun sampai sekarang belum dialiri listrik karena belum sampai ke permukiman warga. ISTIMEWA

Berita Terkait

Dishub Akui Terbentur Anggaran

 

KETAPANG – Penuntasan pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) hingga ke permukiman warga di Desa Siantau Raya, Kecamatan Nanga Tayap, saat ini terbentur persoalan anggaran. Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ketapang Djoko Prastowo melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat (Kabid Hubda), Yuliansyah.

"Selagi ada anggarannya, kita akan berusaha membangun, agar semua warga bisa teraliri listrik, tidak cuma di dua dusun itu. Tahun ini memang ada rencana dilanjutkan," ungkapnya, kemarin (18/3). Pihaknya berusaha untuk dapat melanjutkan pembangunan dan menuntaskan pembangunan JTM hingga ke permukiman warga. Hanya saja, diakui dia, anggaran yang tersedia saat ini terbagi untuk pembangunan lain. 

Ke depannya, jika JTM sudah selesai dibangun hingga ke permukiman warga, maka teknisnya nanti, menurut dia, tinggal PLN menyambungkan jaringan listriknya. "Yang jelas pembangunan JTM tersebut masuk dalam aset daerah," kata dia.

Dia mengatakan pembangunan JTM di dua dusun di Desa Siantau Raya, yakni Dusun Tambi Jaya dan Dusun Sihit tersebut, dilakukan pada 2018 lalu. Pembangunannya, menurut dia, merupakan usulan dari DPRD Kabupaten Ketapang. "Saya sudah cek ke lapangan dan pembangunannya memang sudah dilakukan," katanya.

Pembangunan JTM tersebut dipastikan dia sudah sesuai spesifikasi dan sesuai standar PLN. Hanya saja tak dipungkiri dia, belum bisa dipergunakan karena jaringannya belum sampai ke permukiman warga. "Beberapa kilometer lagi baru sampai ke permukiman, makanya PLN belum bisa menyambungkan jaringan, dan pembangunan ini bertahap dilakukan," jelasnya.

Pembangunan proyek JTM di Desa Siantau Raya tersebut diharapkan warga di sana agar segera dirampungkan. Pasalnya, proyek usulan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Ketapang ini sampai sekarang belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa tersebut. Hal itu diakui Kepala Desa Siantau Raya, Mustardi. Dia mengatakan pembangunam JTM ini memang diharapkan oleh masyarakat. Masyarakatnya sangat mendambakan listrik masuk ke daerah mereka. Namun, menurut dia, seharusnya tidak hanya sebatas dibangun, tanpa tindak lanjut atau pembangunan lanjutan.

Dia mengatakan, pembangunan JTM ini merupakan pokok pikiran dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Ketapang. Pembangunannya, menurut dia, dilakukan pada 2018 lalu. "Tiang listrik sudah didirikan dan kabel sudah dipasang. Tapi belum ada aliran listriknya. Kami berharap ada pembangunan lanjutan agar tidak mubazir," katanya.

Digambarkan dia, ada 21 tiang listrik yang sudah berdiri. Namun, dia mengungkapkan, masih ada sekitar 9 kilometer lagi yang harus diselesaikan agar listrik bisa masuk. "Makanya kami mempertanyakan kejelasan kelanjutan proyek ini, apakah akan dilanjutkan atau cuma sebagai kepentingan sesaat oknum dewan untuk Pemilu tahun ini saja," sindirnya.

Masyarakatnya, diakui dia, sangat senang dengan adanya pembangunan JTM ini. Apalagi kedua dusun itu, menurut dia, sudah lama belum teraliri listrik PLN. Akan tetapi, dia menyayangkan bahwa mereka belum memperoleh kepastikan kapan listrik bisa masuk ke dua dusun tersebut. "Kami juga ingin pertanyakan apakah pembangunan dari Dishub bisa sinkron dengan PLN? Takutnya PLN tidak mau menggunakan JTM yang dibangun Dishub," paparnya khawatir. (afi)

Berita Terkait