Jenguk Korban Puting Beliung

Jenguk Korban Puting Beliung

  Jumat, 26 February 2016 08:40

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat menangani korban bencana angin puting beliung di Dusun Parit Banjar Darat, Desa Parit Banjar Kecamatan Mempawah Timur. Bupati Mempawah, H Ria Norsan pun menyempatkan diri meninjau langsung kondisi korban di tenda pengungsian, Kamis (25/2).

Dalam kunjungannya, Bupati melihat secara dekat beberapa bangunan rumah korban yang mengalami kerusakan berat akibat sapuan angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (24/2) siang. Tercatat ada 24 rumah warga Desa Parit Banjar di Rt 16 dan Rt 17 yang menjadi korban keganasan puting beliung.Dari 24 bangunan rumah tersebut, 15 rumah mengalami kerusakan berat dan sisanya rusak ringan. Hampir seluruh bangunan yang mengalami kerusakan pada bagian atap rumah lantaran disapu puting beliung. Setelah berkeliling melihat bangunan rumah warga, Bupati pun mendatangi para korban bencana ditempat pengungsian sementara.

Badan Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah mencatat terdapat 29 kepala keluarga (KK) dengan total 134 jiwa yang menjadi korban angin puting beliung di Desa Parit Banjar. Sebagian korban ditampung di tenda pengungsian yang dibangun BLHPBD Kabupaten Mempawah dilokasi bencana.“Kami prihatin dan berduka atas musibah bencana alam angin puting beliung yang terjadi didaerah ini. Semua ini ujian kehidupan dari Allah SWT dan harus kita hadapi dengan kesabaran dan keikhlasan,” seru Ria Norsan dihadapan warga korban puting beliung.

Meski bencana puting beliung menyisakan kerusakan bangunan, namun Bupati mengaku tetap bersyukur lantaran tidak adanya korban jiwa dalam musibah tersebut. Norsan pun memotivasi seluruh korban untuk tetap bersemangat dan bekerja keras dimasa mendatang.“Alhamdulillah, tidak ada sampai korban jiwa. Kalau bangunan yang rusak masih bisa kita perbaiki lagi. Mari kita jadikan musibah ini sebagai evaluasi dan perbaikan diri agar kedepan bisa berbuat yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mempawah sangat tanggap dalam penanganan bencana puting beliung di Desa Parit Banjar. Melalui Dinas Sosnakertrans dan BLHPBD, pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan yang dibutuhkan korban. Sehingga, para korban pun mendapatkan penanganan yang baik.“Untuk bantuan sudah kita salurkan sejak Rabu (24/2) sore pasca kejadian bencana. Mulai dari tenda darurat, tikar, selimut, beras, makanan instan dan kebutuhan lainnya sudah diberikan kepada korban,” ungkap Kasubbid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BLHPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto.

Lebih jauh, Didik pun menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang menjadi pemicu puting beliung. Apalagi pihaknya mendeteksi beberapa wilayah seperti Kecamatan Sungai Kunyit, Toho, Sungai Pinyuh dan Anjongan cukup potensial terjadi puting beliung.“Kecamatan Mempawah Timur termasuk daerah yang berpotensi, namun kita tidak memperkirakan terjadi di Desa Parit Banjar. Makanya kita himbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat perubahan cuaca yang berpotensi puting beliung, segera cari tempat yang aman untuk berlindung,” pesannya.

Dilain pihak, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Muhammad Faisal memberikan apresiasi terhadap kesigapan pemerintah daerah dalam menangani bencana puting beliung di Desa Parit Banjar. Menurut dia, kesigapan itu membuktikan pemerintah daerah cukup berhasil dalam pelaksanaan tanggap darurat bencana di masyarakat.“Secara pribadi, saya mengapresiasi kecepatan dan respon dari dinas terkait dalam penanganan bencana. Berbagai peralatan dan bantuan makanan sudah didistribusikan kepada para korban pasca terjadinya bencana,” pujinya.

Disamping bantuan makanan, Legislator PDI Perjuangan itu berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah juga dapat menyalurkan bantuan lain berupa material bangunan kepada para korban. Agar, para korban dapat segera melakukan perbaikan terhadap atap rumahnya yang ludes diterjang angin puting beliung.“Selain makanan, bantuan yang sangat dibutuhkan bahan bangunan seperti seng, kayu dan lainnya. Karena kita lihat dilapangan, semua bangunan yang rusak pada bagian atap. Makanya kita minta agar pemerintah daerah juga bisa membantu bahan material ini. Supaya korban dapat kembali menempati rumahnya,” tukas Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mempawah itu.(wah)

Berita Terkait