Jembatan Wisata Kedungkang Ambruk

Jembatan Wisata Kedungkang Ambruk

  Rabu, 20 March 2019 09:52
KINI ROBOH: Jembatan wisata di Dusun Kedungkang, Desa Lanjak, Kecamatan Batang Lupas, yang dibangun pada 2018 lalu dengan anggaran hingga Rp1,9 miliar, kini dikabarkan roboh. ISTIMEWA

Berita Terkait

CV Rasyid Siap Bertanggung Jawab

 

PUTUSSIBAU – CV. Rasyid Raihan Group siap bertanggung jawab memperbaiki jembatan wisata di Dusun Kedungkang, Desa Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, yang ambruk, baru-baru ini. Kepastian tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Junaidi.

“Perusahaan juga siap bertanggung jawab untuk memperbaikinya,” ujarnya memastikan. Junaidi menjelaskan bahwa jembatan itu dibangun sepanjang 600 meter dan sekitar 200 meter oleh CV. Rasyid Raihan Group. Atas musibah ini, pihaknya pun sudah melaporkan kepada Kementerian Pariwisata. 

Jika melihat pengerjaan jembatan tersebut, menurutnya tidak ada yang salah, baik itu perencanaan hingga pengerjaan yang sudah sesuai spesifikasi. Robohnya jembatan tersebut, dipastikan dia, murni karena kejadian alam. 

“Insyallah tahun ini akan diperbaiki oleh perusahaan sebelumnya (CV. Rasyid Raihan Group, Red). Kini mereka tinggal mencari cara bagaimana memperbaiki jembatan tersebut karena saat ini air danau masih pasang,” jelasnya. Pihaknya hanya berharap kepada CV. Rasyid Raihan Group agar dapat mengembalikan fungsi awal jembatan wisata tersebut. 

Sebelumnya diduga karena faktor alam, jembatan wisata di Dusun Kedungkang ambruk. Padahal jembatan tersebut dibangun pada 2018 lalu, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,9 miliar. 

Rusdi Hartono, kepala Kecamatan (Camat) Batang Lupar membenarkan informasi mengenai robohnya jembatan tersebut. “Jembatan itu roboh karena terkena angin dan gelombang air danau,” katanya. 

Rusdi mengungkapkan, dari 600 meter jembatan wisata yang dibangun, kini tinggal tersisa sekitar 300 meter saja yang masih utuh. “Yang roboh kemarin itu kan bukan hanya jembatannya saja, tapi juga gazebonya dihantam angin,” jelasnya. 

Sebagai Camat, dirinya menyayangkan bangunan jembatan yang menghabiskan dana hampir Rp2 miliar ini terbuang sia-sia. “Yang pasti dari pelaksana sebelum membangun jembatan itu tidak mengerti kondisi alam, sehingga pembangunan jembatan wisata tersebut jadi sia-sia,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait