Jembatan Gantung Labian Irang Segera Rampung Tak Harus Lagi Bertarung dengan Sungai

Jembatan Gantung Labian Irang Segera Rampung Tak Harus Lagi Bertarung dengan Sungai

  Kamis, 7 February 2019 13:17
SEDANG DIKERJAKAN: Proses pembuatan jembatan gantung sepanjang 110 meter di Desa Labian Irang antara warga bersama TNI. Kini warga tak harus lagi bertaruh nyawa menyeberangi sungai. ISTIMEWA

Berita Terkait

LANJAK – Kelak pemandangan anak-anak ke sekolah dengan menyeberangi sungai, bertarung dengan arus sungai yang deras di Desa Labian Irang, Kecamatan Batang Lupar, tak akan terlihat lagi. Anak-anak yang terpaksa harus menyeberangi sungai untuk ke sekolah mereka di SD Negeri 04 Dusun Bakul tersebut, telah terbantu dengan keberadaan jembatan gantung. Kabar baiknya, pembangunan jembatan gantung yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 32/Badak Putih sudah mencapai 70 persen. 

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif 320/BP, Letnan Kolonel Inf. Imam Wicaksana, mengungkapkan sampai saat ini, bersama dengan Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), mereka telah  melaksanakan pengencangan tali seling kecil dan tali seling besar. Selain itu, mereka juga melaksanakan pemasangan kasau dan papan lantai pijakan jembatan. Tampak antusiasme dari personel Satgas Pamtas bersama Tim VRI yang dibantu juga oleh masyarakat Desa Labian Irang, ketika melaksanakan setiap tahap proses pembuatan jembatan.

Kepala Desa Labian Irang Herkulanus mengajak serta masyarakat untuk turut serta berperan aktif. Karena, menurut dia, apa yang dilakukan Satgas Pamtas tersebut semata-mata untuk  keperluan rakyat. “Rakyatlah yang akan menikmati jembatan ini apabila sudah selesai dibangun,” timpal dia. “Dengan bekerja bersama-sama, akan meringankan pekerjaan dan mempercepat proses pembangunan, sehingga manfaat jembatan gantung ini dapat segera dirasakan oleh mereka juga,” katanya.

Masyarakat Desa Labian Irang selama pembuatan jembatan gantung, menurut dia, dalam setiap harinya secara bergantian membantu Satgas Pamtas dan Tim VRI. Meskipun sebelumnya mereka harus memenuhi kebutuhan pokok dengan menyadap karet.

“Jadi pagi-pagi sekali mereka sudah menyadap karet setelah itu baru mereka membantu bekerja membuat jembatan,” terangnya. (arf)

Berita Terkait