Jelang Liburan, Siapkan Paket Tour

Jelang Liburan, Siapkan Paket Tour

  Selasa, 22 March 2016 11:13
WATERFRONT CITY: Taman Alun Kapuas ini, salah satu aset wisata Kota Pontianak yang sering ditawarkan pihak penyedia jasa paket perjalanan wisata. IST-DOK/INT

Berita Terkait

Liburan menjadi kesempatan untuk rehat setelah disibukkan dengan berbagai aktivitas. Apakah itu sekolah atau bekerja. Namun disisi lain, liburan juga menjadi momen untuk mendatang uang bagi penyedia jasa tour. Oleh: Ramses L Tobing

PERMINTAAN paket tour akan meningkat menjelang liburan. Apakah itu liburan sekolah, hari-hari besar, lebaran atau akhir tahun. Mereka yang berlibur bebas memilih tempat di mana saja, asalkan ada uang. Baik itu luar maupun dalam negeri.

Heriadi owner dari Amisa Tour mengatakan paket tour itu ada dua. Ada yang sudah terprogram dan dadakan. Untuk paket terprogram biasanya sudah diorder jauh-jauh hari sebelum liburan. “Biasanya di bulan Juli atau saat lebaran dan akhir tahun,” kata Heriadi saat dihubungi wartawan koran ini kemarin.

Sedangkan yang sifatnya dadakan bersifat tentatif. Artinya tidak tergantung momen tertentu. Jumlah orang yang ikut pun relatif. Bisa dua atau lebih hingga tujuh orang. Heriadi pun pihaknya tidak harus menyiapkan secara khusus paket tour saat liburan.

Sebab, umumnya masyarakat sudah merencanakan kemana mereka akan pergi. Untuk luar negeri misalnya, paket yang paling banyak dikejar seperti Korea, Hongkong, Taiwan, Jepang dan China. Pesertanya pun beraneka ragam. Akan tetapi, umumnya orang dewasa dan jarang anak-anak.

Heriadi menyebutkan mereka yang berangkat ke luar negeri lebih banyak saat lebaran. Biasanya adalah masyarakat non muslim. “Saat lebarang, kawan-kawan non muslim tidak buka toko dan memilih liburan keluar negeri. Lama waktunya bisa sampai seminggu,” ujar dia.

Sedangkan untuk dalam negeri, daerah yang paling banyak dituju Bandung, Bali dan Yogyakarta. Dipilihnya tempat ini, karena harga relatif murah dan banyak dikunjungi orang-orang. Keuntungannya pun jika berlibur ke dalam negeri, bisa ikut serta membawa anak-anaknya.

“Beda halnya ketika ke luar negeri. Wisatawan harus menyesuaikan dengan musim di sana. Misalnya, berangkat saat musim salju. Untuk mereka yang tidak tahan dengan perubahan cuaca, balik ke Indonesia malah sakit. Dalam kondisi seperti inipun mereka jarang membawa anak-anak,” jelas dia.

“Berbeda ketika tour ke dalam negeri. Anak-anak akan dibawa. Bahkan, tamu hanya membeli tiket keberangkatan dan tiket hotel saja. Berangkat sendiri. Begitu tiba di lokasi langsung menyewa mobil untuk berkeliling,” sambung dia.

Begitu juga untuk yang lain. Heriadi mengaku tidak terlalu mempromosikannya sebab mengingat jarak yang harus ditempuh cukup panjang. Jika seperti itu maka tidak menutup kemungkin bisa menelan biaya yang tidak sedikit.

Hal yang sama untuk Kalimantan Barat. Pontianak dan Singkawang adalah daerah yang kerap dikunjungi wisatawan ketika menggunakan jasa tournya. Berbeda dengan daerah lain di Kalbar.

Jarak yang ditempuh jauh, sarana dan prasarana tak memadai membuat tidak terlalu menawarkan dalam bentuk paket tour. Hanya saja penawaran itu buka jika memang ada yang benar-benar membutuhkan. “Kecuali ada permintaan khusus, umumnya turis-turis asing. Jumlah orang pun tak banyak, hanya dua hingga tiga orang,” kata dia.

Sementara itu sekelas Kota Pontianak aset wisata yang tersedia cukup banyak. Pada umumnya yang sudah dikenal, Masjid Mujahidin, Masjid Jami, Gereja Katedral, Aloevera, Tugu Khatustiwa, Keraton Kadriah dan Alun-alun Kapuas.

“Masih banyak lagi tempat wisata. Tetapi, tergantung guide ke mana membawa tamunya. Misalnya di Pasar Sudirman, ini bisa menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait