Jejak Kubilai Khan Diteliti

Jejak Kubilai Khan Diteliti

  Jumat, 15 March 2019 11:24
TELITI: Tim Peneliti dari BPCB Kaltim dan Balai Arkeologi Banjarmasin ketika melakukan penelitian di prasasti batu di Dusun Serutu Desa Betok Jaya Kecamatan Kepulauan Karimata. Foto Dinas Pendidikan For Pontianak Post.

Berita Terkait

SUKADANA-Penyerangan tentara Tar Tar dipimpin Kubilai Khan, ke Singhasari atau Singosari, Jawa Timur, pada abad ke-13 bisa ditemukan jejaknya di Pulau Serutu dan Pulau Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Bukti kuat mereka pernah singgah ini, ada pada prasasti batu yang terdapat di Pasir Kapal dan Pasir Cina Dusun Serutu.

Batu yang bertuliskan huruf cina, berhasil diterjemahkan Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin Imam Hindarto. Menurutnya, untuk meneliti tulisan tersebut dia meminta bantuan temannya yang kuliah di Prancis. “Banyak tulisannya yang sudah usang dan tidak terbaca, namun ada tulisan yang sangat jelas di batu tersebut yang sangat besar yakni menyebutkan negara Yuan,” jelasnya Kamis (14/3).

Sejumlah perkakas rumah tangga berbahan porselen dari Dinasti Yuan, ditemukan di wilayah Karimata. Dari prasasti yang berhasil dibaca, armada Kubilai Khan saat singgah di gugusan Kepulauan Karimata itu berjumlah sekitar 500 perahu. Mereka memilih singgah di Karimata untuk mengisi air bersih dan membetulkan kapal, karena tersedia banyak pohon yang cocok untuk kapal.

Jejak arkelogi ini kini menjadi peninggalan yang dilestarikan oleh, Balai Cagar Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara. Belum lama ini Tim Balai Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur yang dikoordinatori Tisna Arif dan Jumadi, Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kayong Utara melakukan riset dan pemasangan plang nama di tiga lokasi yang menjadi peninggalan sejarah masa lalu. “Tujuan kita melakukan kegiatan ini, untuk pelestarian cagar budaya yang ada di Karimata, “ Jelas Tisna sapaan karibnya.

Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Jumadi Gading

menjelaskan kepada wartawan, untuk Tim yang berjumpah 12 orang ini, melakukan survei selama lima hari di dua kecamatan yakni, Kepulauan Karimata dan Pulau Maya. Untuk di Karimata, Tim melakukan pemasangan plang di Prasasti Pasir Cina dan Prasasti Pasir Kapal. 

Sedangkan di Pulau Maya, Tim Memasang plang di Gunung Totek. Selain itu, Tim juga melakukan pendataan terhadap tinggalan bawah air yang ada di Pulau Karimata. 

Berdasarkan data yang dimiliki Kepala Desa Betok, terdapat sedikitnya tujuh  titik lokasi kapal karam yang ada di perairan desa Betok. Data ini didapatnya dari para penyelam yang memasang bubu di karang.

 “Kita berharap, ke depannya Balai Cagar Budaya, melakukan pengkajian tentang peninggalan bawah air yang ada di Kayong Utara. Karena sudah banyak barang-barang berupa piring dan guci dari keramik yang dijual masyarakat kepada para pembeli dari Belitung,” harapnya.(dan)

 

Berita Terkait