Jeglek, Rencana Masak Nasi pun Batal

Jeglek, Rencana Masak Nasi pun Batal

  Minggu, 15 July 2018 08:24
PENGGESERAN TIANG: Pengerjaan penggeseran tiang oleh PLN di Jalan Husin Hamzah, sehingga menyebabkan sempat terjadi pemadaman hingga lima jam di kawasan tersebut. ISTIMEWA

Berita Terkait

Ketika Warga Terkena Pemadaman tak Terencana

Hari itu, Kamis, 12 Juli, sekitar pukul 10.15 WIB, Yusmah baru saja hendak memasak nasi dari pemasak nasi elektriknya. Warga Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat tersebut terbiasa memasak di waktu tersebut menjelang makan siang. Namun belum berjalan beberapa lama, listrik di rumahnya padam.

DIA pikir pemadaman akan berlangsung sebentar. Yusmah tetap menunggu lampu kembali menyala, sehingga rencana untuk memasak nasi bisa kembali dilanjutkan. Namun dia keliru. Hari itu pemadaman berlangsung hingga pukul 15.22 WIB.

Rencana dia untuk masak nasi siang itu terpaksa diurungkan. Warga Jalan Husin Hamzah tersebut kemudian memerintahkan putrinya untuk membeli nasi di warung terdekat. Hari itu dia terpaksa memakan nasi bungkus, lantaran nasi yang dimasaknya tak kunjung masak.

“Bagaimana mau beralih ke kompor listrik kalau masak nasi saja bisa gagal seperti ini, bisa ndak makan kami,” keluh Yusmah.

Dia tidak tahu jika siang itu pemadaman akan berlangsung dalam durasi panjang. Hampir lima jam. Sudah lama kawasan Pal Lima tidak terjadi pemadaman dengan durasi panjang. Jika dulu, dia sudah terbiasa dengan pemadaman berkali-kali yang tidak memakan waktu sebentar. Tapi kini, mimpi buruk itu sebenarnya tak pernah lagi dirasakannya.

Namun hari itu, dia kembali mengeluh. Pemadaman yang semula disangka dia hanya sekejap, berlangsung berjam-jam. Dia tidak tahu jika hari itu sedang berlangsung pekerjaan penggeseran tiang di lokasi Jalan Husin Hamzah. Proyek tersebut mengharuskan terjadinya pemadaman dalam durasi sejak pukul sepuluh pagi hingga tiga sore. Tidak ada informasi sama sekali yang bisa sampai kepadanya, jika akan terjadi pemadaman panjang hari itu.

“Biasanya kalau ada rencana pemadaman, apalagi berlangsung lama seperti ini, ada pengumuman di surat kabar,” ungkap Awok, warga lainnya, kesal.

Ternyata informasi pemadaman dari PLN sendiri diumumkan melalui media sosial fesbuk, PLN Wilayah Kalimantan Barat. Namun Awok jarang memantau media sosial yang satu ini. Bahkan dia sendiri di era informasi seperti sekarang ini, tidak memiliki akun media sosial dengan jumlah pengikut terbanyak tersebut. Jadilah dia hanya bisa menerka, apa yang menjadi sebab pemadaman begitu panjang di hari itu. Pikirannya tidak lain hanya layangan, sebagaimana yang selama ini kerap dijadikan sasaran pemadaman.

Awok berharap, jika memang harus terjadi pemadaman dengan durasi panjang seperti ini, mereka sejak awal telah diinformasikan. “Ada media massa yang lebih efektif sampai ke masyarakat. Tak semua orang bermain media sosial,” ungkapnya. (andri januardi)

 

Berita Terkait