Jeda Dulu, Bangkit Kemudian

Jeda Dulu, Bangkit Kemudian

  Selasa, 31 July 2018 10:00

Berita Terkait

Ferrari Siapkan Perlawanan Berikutnya

BUDAPEST- Usai memenangi GP Inggris di Sirkuit Silverstone 8 Juli lalu, Ferrari seakan mengonfirmasi bahwa merekalah tim terbaik di Formula 1 saat ini. Sayangnya, untuk memenangi balapan tak melulu mobil cepat yang dibutuhkan, tapi juga keberuntungan. Saat sang rival terbesar Lewis Hamilton (Mercedes) mengemas poin sempurna, 50 di dua balapan terakhir, Sebastian Vettel (Ferrari) hanya berhasil mengoleksi 18 angka. 

Tak ada yang meragukan ketangguhan Ferrari saat ini. Penasihat Red Bull Dr Helmut Marko mengatakan bahwa dalam situasi normal, siapapun tidak akan bisa mengalahkan Si Kuda Jingkrak. Dia menyebut, benchmark mesin terbaik Formula 1 musim ini bukan lagi Mercedes, tapi Ferrari.

Sejatinya, tren positif pengembangan mobil Ferrari sudah terasa sejak tahun lalu. Tapi, seperti yang dikatakan Marko, Ferrari butuh kondisi normal untuk juara. Ferrari sudah membuktikannya di GP Inggris. Vettel secara mengejutkan sukses mengobrak-abrik reputasi Lewis Hamilton sebagai “Raja Silverstone”. Di balapan kering itu Vettel menghentikan kemenangan empat musim beruntun Hamilton di lomba kandangnya.

Sayang, kondisi normal itu absen dalam dua balapan terakhir. Alam seperti tak bersahabat dengan Vettel. Di GP Jerman dan Hungaria, mantan pembalap Red Bull tersebut selalu dihalangi hujan. Di Jerman, di balapan kandangnya, Vettel bahkan harus pulang dengan tangan hampa setelah mobilnya tak bisa dikendalikan saat hujan turun di tengah lomba. Sementara di Hungaria, hujan sekali lagi, membuyarkan mimpi juara dunia empat kali tersebut untuk mempersempit jarak poinnya dengan Hamilton. Babak kualifikasi yang basah membuat Hamilton melenggang menuju pole position.

Hamilton sendiri tak sungkan mengakui jika kemenangannya di Hungaroring Minggu adalah “bonus”. ''Andai mendapatkan jalur yang bersih, kemungkinan dia (Vettel) akan menyalipku di lima lap terakhir,'' aku Hamilton dilansir ESPN. ''Beruntung aku sudah berhasil membuat jarak di awal lomba ketika kesempatan itu ada. Saat dia (Vettel) berada di belakang Valtteri (Bottas),'' tambah pembalap Inggris tersebut. 

Ferrari punya waktu sebulan selama jedah musim panas untuk kembali menyatukan spirit bertarung mereka sebelum musim F1 kembali ke Belgia Agustus nanti. Yang perlu menjadi fokus adalah mereduksi peluang melakukan kesalahan sekecil apapun di tengah balapan. Termasuk kru pit stop Ferrari yang membuat Vettel kehilangan setidaknya dua detik di GP Hungaria.  

Vettel kini harus memburu ketertinggalan 24 poin dari Hamilton. Nyaris setara dengan satu kemenangan seri. Tapi dengan performa Ferrari di tiga lomba, Vettel yakin upgrade yang akan dibawa pabrikan Italia tersebut setelah jedah musim panas akan cukup untuk memburu Hamilton. ''Jika dibanding tahun lalu, kami kalah karena memang mobil kami tidak cukup kompetitif di paro kedua musim. Tapi tahun ini mobil kami lebih efisien, lebih kuat, dan masih memiliki banyak potensi untuk dieksplorasi,'' yakinnya.   

Hamilton sendiri enggan terburu-buru puas dengan posisinya saat ini. Dia menolak, saat ini satu tangannya sudah menggenggam tropi juara tahun ini. Meskipun, biasanya Hamilton justru tampil on fire di paro kedua musim. ''Tentu tidak (yakin). Terlalu dinid untuk berpikir tentang itu (gelar juara). Musim ini begitu naik dan turun. Masih banyak yang mungkin terjadi. Yang terpenting adalah kami bisa melanjutkan memberikan tekanan kepada Ferrari, seperti yang kami lakukan sejauh ini,'' tandasnya. 

Keunggulan Hamilton saat ini tak lepas dari bantuan rekan satu timnya Valtteri Bottas. Di Hockenheimring dua Minggu lalu pembalap Findlandia itu diminta tidak bertarung dengan Hamilton memperebutkan kemenangan oleh tim. Di Hungaria, strategi yang dijalankan Mercedes untuk Bottas membuatnya gagal bertarung dengan Vettel di akhir balapan lantaran bannya sudah habis.

Yang lebih menyakitkan usai balapan Bos Mercedes Toto Wolff dengan sedikit berseloroh menyebut Bottas sebagai “pembalap sayap” alias “wingman”di Mercedes. Mendengar komentar itu Bottas geram. ''Soal “wingman” tentu saja menyakitkan. Kami harus bicara setelah ini,'' ujarnya. 

Setelah mendengar komentar Bottas, Wolff segera mengklarifikasinya. Menurut suami mantan pembalap cadangan Williams, Sussie Wolff tersebut pernyataan tentang “wingman” itu disalahpahami oleh media. ''Inilah mengapa hal yang tidak didiskusikan dengan tatap muka bisa disalahartikan. Maksud saya, di balapan hari ini (Munggu) start dari posisi kedua, Valtteri menjadi pembalap sayap yang sempurna. Bukan dalam artian tim secara keseluruhan. Karena kami tidak memperlakukan pembalap utama dan kedua di tim,'' tukasnya. 

Bottas sendiri diganjar penalti 10 detik akibat insiden tabrakan dengan bintang Red Bull Daniel Ricciardo di akhir lomba. Tapi keputusan itu tidak mengubah hasil lomba yang menempatkannya di urutan lima. Karena jaraknya dari pembalap yang finis keenam, Pierre Gasly (Toro Rosso-Honda) adalah 13 detik. Selain itu, Bottas juga mendapat dua penalti poin. (cak)

 

Berita Terkait