Jatuh dari Atap, TKA PT. SJM Tewas

Jatuh dari Atap, TKA PT. SJM Tewas

  Rabu, 24 April 2019 11:19
PETI KORBAN: Tampak seorang petugas sedang mengemas sebuah peti mati yang di dalamnya bersemayam seorang TKA asal Cina, Li Tao. Li diketahui tewas setelah terjatuh dari atas lantai dua mes pekerja di PT. SJM.

Berita Terkait

KETAPANG – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina tewas setelah terjatuh dari atap lantai dua mes pekerja PT. Sumber Jaya Makmur (SJM) pada Minggu (21/4) malam. TKA yang diketahui bernama Li Tao (43) tersebut mengalami luka parah di bagian kepala. Dia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Jatuhnya TKA dari atas lantai dua mes pekerja di PT. SJM itu masih menimbulkan tanda tanya. Terlebih lagi saat korban jatuh, waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB. TKA yang bekerja sebagai maintenance engineer pengawasan teknisi turbin di PT. SJM itu, kali pertama ditemukan oleh sejumlah sopir truk, dalam keadaan tergeletak di teras mes pekerja dengan luka parah di bagian kepala.

Melihat korban tergeletak dengan kepala bercucuran darah, para sopir truk ini langsung menghubungi petugas keamanan perusahaan. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Fatima, dengan menggunakan kendaraan milik kerusahaan. Setibanya di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Kota Pontianak, untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Jenazah juga akan segera dikirimkan ke negeri asalnya setelah autopsi selesai.

Humas PT. SJM, Yosef, menjelaskan, TKA yang meninggal dunia tersebut berasal dari Tiongkok. Korban, menurutnya, bekerja sebagai teknisi turbin di perusahaan tersebut. "Kejadian itu hari Minggu petang, sekitar mau magrib, (di mana) kebetulan mes sepi. Kemudian ada karyawan kapal yang mau keluar melihat ada orang yang tergeletak, dikira orang mabuk. Setelah dilihat seperti habis jatuh, soalnya sudah berdarah-darah," katanya, kemarin (23/4).

Korban kemudian dibawa mereka ke rumah sakit, namun nyawa yang tidak tertolong. Korban, menurutnya, telah bekerja sebagai teknisi turbin di PT. SJM selama 3 tahun. "Kita beli mesin turbin itu kan dari Cina. Jadi yang bersangkutan sebagai teknisi yang sekaligus mentraining orang kita di sini," jelasnya. (afi)

Berita Terkait