Jasad Maria Ditemukan

Jasad Maria Ditemukan

  Rabu, 1 Agustus 2018 10:00
EVAKUASI: Tim Sar, dibantu warga sekitar saat tengah mengevakuasi jasad korban dari pinggiran Sungai Landak, Selasa (31/7) lalu. ISTIMEWA

Berita Terkait

NGABANG – Maria Susita (48) dinyatakan hilang sejak Senin (30/7). Ketika ditemukan, warga Dusun Kari Semosok Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang ini sudah tak bernyawa. Jasad Maria ditemukan terapung di Sungai Landak, Selasa (31/7).

Maria diketahui hilang setelah adanya informasi dari suaminya Fransiskus Lau bahwa istrinya belum kembali kerumah di Dusun Kari Semosok Desa Amboyo Selatan sepulangnya dari bekerja di PT Multi Palma Sejahtera (MPS). Kapolsek Ngabang Komisari Polisi Ida Bagus Gde Sinung kepada Pontianak Post mengatakan, jasad maria pertama kali diteukan oleh warga oleh seorang perempuan bernama Dina Wati, (37) tahun, warga Dusun Mengkatang Desa Temiang Sawi Kecamatan Ngabang.

Menurut keterangan saksi, Dina Wati yang juga bekerja pada perusahaan PT.MPS mengatakan bahwa dia yang pertama kali melihat adanya jasad manusia sedang mengapung disungai Landak. 

Dina menyebut jasad tersebut ditemukan tersangkut pada sebuah batang kayu yang berada di pinggiran aliran sungai sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu dia sedang pulang berjalan kaki melintasi jalan setapak pinggiran sungai dari kebun menuju rumahnya.

Mengetahui hal tersebut kemudian dia memberitahukan kepada warga perihal penemuan jasad manusia. Warga gempar dan kemudian berbondong bondong mendatangi TKP ingin mengetahui kebenaran berita tersebut. Setelah dipastikan kebenarannya, warga berinisiatif mengikat jasad tersebut dengan menggunakan tali dengan maksud agar tidak hanyut ataupun tenggelam kembali sembari menunggu petugas yang berwenang datang.

Tim SAR yang terdiri dari BPBD Landak dan personel Polsek Ngabang tiba di TKP sekitar pukul 10.00 wib dan melakukan evakuasi terhadap Jasad Maria dengan menggunakan 1Unit perahu karet bermesin. 

“Di duga Maria terjatuh ke sungai saat akan menaiki perahu sampan yang dia pergunakan untuk berangkat kerja setiap hari. Dan juga menurut suaminya, Maria mempunyai riwayat penyakit epilepsi sehingga apaila kambuh, sulit menyelamatkan diri bila jatuh di air," Jelas Kapolsek.

Sebelumnya, sudah dilakukan pencarian terhadap korban. Suami korban Fransiskus Lau yang saat itu berada disekitar TKP mengatakan bahwa dia merasa heran istrinya Maria Susita hingga pukul 16.30 wiba belum kembali dari bekerja. Dari perasaan itu kemudian membawanya untuk mendatangi tempat dia bekerja.

Setibanya suami Maria di tempat istrinya bekerja, diperoleh informasi dari salah seorang mandor perusahaan bahwa istrinya sejak pukul 13.00 wiba sudah minta ijin untuk pulang dengan alasan kurang enak badan. Mengetahui hal tersebut bergegas suaminya mendatangi tempat Maria biasa menambatkan sampannya. “Namun hanya ditemukan tas berisikan sayuran, sandal dan dayung masih berada diatas sampan yang masih tertambat pada sebuah pohon,” katanya.

Dengan dibantu pihak keluarga, relawan dan pihak Kepolisian dari Polsek Ngabang dilakukan pencarian baik didarat maupun penyelaman secara manual disungai. Namun hingga pukul 24.00 wb pencarian belum membuahkam hasil. 

Menurut suami Korban, kesehariannya Maria berangkat dari rumah ketempatnya bekerja pukul 06.00 wiba menggunakan jalur sungai (menggunakan sampan milik pribadi) dengan jarak tempuh sekitar 25 menit. Dari sampan ditambat perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 Km untuk mencapai PT. MPS tempatnya bekerja. Suami korban juga menerangkan bahwa istrinya memiliki riwayat kesehatan mengidap penyakit epilepsi namun selama 3 tahun bekerja. (mif)

Berita Terkait